Sukses

Top 3: Ular King Kobra Jumbo Hingga Banjir Jepang Bak Sungai Venesia Terpopuler

Liputan6.com, Jakarta - Munculnya ular di daerah pemukiman warga mungkin sudah biasa terjadi, terlebih bagi mereka yang tinggal di dekat wilayah perairan. Namun, apa jadinya jika seekor ular King Kobra tiba-tiba muncul di selokan?

Apalagi, ukurannya yang mencapai empat meter semakin menghebohkan warga di Thailand. Ternyata, penemuan ular tersebut juga menarik perhatian pembaca sehingga menjadi berita terpopuler pada Rabu, 16 Oktober 2019.

Selain itu, baru-baru ini NASA diduga menyembunyikan satu bukti adanya kehidupan di Mars yang ternyata sudah ada sejak 1970.

Beralih ke musibah di Jepang, banjir yang melanda ternyata dipandang positif oleh sebagian besar warga dunia karena airnya yang terlihat bening, bersih dan tak tampak adanya sampah mengambang di perairan. 

Berikut rangkuman Top 3 berita paling populer edisi Rabu 16/10/2019, di Kanal Global Liputan6.com:

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 4 halaman

1. Ular King Kobra Terpanjang di Dunia Ditemukan di Selokan Thailand

Ular jenis King Kobra berukuran 4 meter ditemukan di sebuah selokan Thailand. Hewan itu dievakuasi dari tempat tersebut selama satu jam.

Sebuah yayasan penyelamatan mengatakan, reptil itu sebagai salah satu yang terbesar yang pernah mereka tangkap.

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Bukti Alien di Mars Ditemukan Pertama pada 1970

Seorang mantan ilmuwan senior NASA membocorkan bahwa lembaga antariksa Amerika Serikat ini sesungguhnya telah menemukan bukti kehidupan alien di Mars pada 1970-an, namun mereka mengabaikannya.

Robot pendarat (lander) Viking, katanya, sudah dikirim ke permukaan Planet Merah pada lebih dari 40 tahun lalu, tepatnya pada 1976, termasuk percobaan Labeled Release (LR) yang dimaksudkan untuk mencari tanda-tanda kehidupan lain di Mars.

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Banjir Jepang Akibat Topan Hagibis Seperti Sungai Venesia

Topan Hagibis menghantam Jepang pada 12 Oktober. Hingga Selasa, 15 Oktober, angin ribut itu dilaporkan telah menewaskan 67 orang.

Topan itu dianggap sebagai yang terkuat sejak 1958, menyebabkan hujan lebat di negara bagian, sungai-sungai meluap, dan pinggiran kota tenggelam banjir.

Selain kuatnya angin ribut dan jumlah korban jiwa, warganet dibuat terperanjat dengan air banjir yang bersih dan bebas sampah di Jepang. Bahkan setelah bencana alam yang menghancurkan itu terjadi.

Selengkapnya...

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Rayu Jepang Tambah Investasi ke Indonesia
Artikel Selanjutnya
Jelang Kunjungan Paus Fransiskus ke Jepang, Aliran Kristen Tersembunyi Jadi Sorotan