Sukses

5 Alasan Cinta yang Tenang Bikin Hubungan Lebih Awet

Liputan6.com, Jakarta - Menurut sebuah penelitian, hanya sekitar 12% pasangan tetap bertahan selama lebih dari 20 tahun.

Tetapi mereka yang berhasil mempertahankan hubungan jangka panjang, memiliki tingkat aktivitas otak yang serupa dengan mereka yang baru jatuh cinta.

Ini menunjukkan, bahwa cinta yang tenang adalah jawaban untuk hubungan abadi yang bahagia.

Mengutip dari Bright Side, Sabtu (12/10/2019), inilah alasan pasangan yang bahagia membutuhkan usaha dan bahwa cinta yang tenang sebenarnya adalah tipe yang paling layak dari semuanya.

2 dari 6 halaman

1. Cinta yang Tenang Bukanlah Persamaan Membosankan

Peneliti Aaron Ben-Zeév menggambarkan hubungan yang tenang, sebagai bebas dari unsur-unsur negatif, seperti konfrontasi yang keras, kecemburuan dan kecemasan.

Ini tidak berarti bahwa perkembangan seseorang sebagai pasangan berhenti atau tidak ada emosi yang menarik.

Tetapi cinta yang tenang adalah perasaan aman dan nyaman. Mengalami tahap-tahap baru kehidupan, tumbuh secara pribadi dan sebagai pasangan yang saling mendukung.

3 dari 6 halaman

2. Lingkungan yang Aman

Aaron membuktikan, bahwa pasangan jangka panjang yang melaporkan tingkat kedekatan romantis yang tenang, memiliki aktivitas otak yang serupa dengan mereka yang baru jatuh cinta.

Cinta yang tenang akan dapat menjalani hubungan yang awet, karena pasangan belajar untuk tidak melanggar batas satu sama lain, tidak kehilangan kesabaran, untuk menahan diri dari kritik dan penilaian.

Selain itu, untuk menahan diri dari kritik dan penilaian, bersabar, toleran, dan menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih.

4 dari 6 halaman

3. Saling Percaya

Cinta yang tenang dibangun di atas kepercayaan dan keterbukaan. Dengan kata lain, Anda setuju untuk tidak pernah saling menyakitkan.

Tanpa ketergantungan, transparansi, dukungan emosional, pengertian dan rasa hormat, kita tidak akan oernah bisa tenang atau merasa benar-benar aman dan dicintai.

5 dari 6 halaman

4. Tetap Romantis

Seperti yang dijelaskan Aaron Ben-Zeév untuk Psychology Today, kita perlu memahami perbedaan antara intensitas romantis dan kedalaman pribadi pasangan.

Hal pertama adalah hasrat dan keinginan instan. Durasinya singkat, tetapi tidak ada pengembangan lebih lanjut.

Sebaliknya, romantisme adalah pengalaman berkelanjutan yang menampilkan baik intensitas maupun perkembangan abadi serta perkembangan seluruh hubungan mereka.

6 dari 6 halaman

5. Membawa Kebahagiaan Baru

Seiring berjalannya waktu, Anda membuat pasanganmu berada pada level yang lebih dalam, lebih kompleks, mempelajari hal-hal baru tentang satu sama lain, memiliki aktivitas bersama dan berbagi pengalaman.

Itu membawa sesuatu yang baru dalam hubungan tanpa merasakan hubungan yang naik turun.

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

Loading
Artikel Selanjutnya
Hal Menyenangkan Jika Jadi Jomblo
Artikel Selanjutnya
Bicara Tentang Disabilitas dan Cinta di Kongkow Inklusif