Sukses

5 Fakta di Balik Gempa Besar Oregon yang Tak Menelan Korban Jiwa

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bermagnitudo 6,3 mengguncang Oregon pada Kamis, 29 Juli 2019. Lindu yang berpusat di lepas pantai selatan itu terasa hingga sejauh Seattle --kota terbesar Negara Bagian Amerika Serikat itu.

Lindu telah memicu kekhawatiran di wilayah Pasifik barat laut AS itu, mengingat ancaman gempa bumi besar telah konstan menjadi berita di area tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut 5 fakta seputar gempa Oregon, seperti dikutip dari berbagai sumber, Jumat (30/8/2019):

2 dari 7 halaman

1. Tak Ada Kerusakan dan Imbauan Tsunami

Belum ada laporan tentang kerusakan atau cedera yang signifikan akibat gempa magnitudo 6,3 di Oregon, demikian seperti dikutip CNN.

Guncangan juga tidak menghasilkan peringatan tsunami, meski gempa tercatat berpusat pada jarak 170 mil di lepas pantai Oregon.

Episentrum gempa, yang melanda pukul 08.07 pagi, terletak sekitar 240 kilometer dari darat pada kedalaman 5,4 kilometer di Samudra Pasifik.

3 dari 7 halaman

2. Terbesar Sejak Setahun

Lindu berkekuatan magnitudo 6,3 yang mengguncang pantai Oregon pada pagi Kamis 29 Agustus menjadi gempa terbesar yang menghantam wilayah tersebut dalam hampir satu tahun, menurut para ahli dari Survei Geologi AS (USGS), demikian seperti dikutip dari Daily Mail.

4 dari 7 halaman

3. Bukan Lempeng Cascadia

Gempa Oregon tidak ada hubungannya dengana Cascadia Subduction Zone (CSZ) --lempeng subduksi yang pernah memicu gempa di Ridgecrest, California hingga dirasakan di 48 negara bagian.

Sementara gempa Oregon bukan bagian dari lempeng tersebut, melainkan disebabkan oleh patahan lepas pantai yang disebut Zona Fraktur Blanco dan tidak ada hubungannya dengan patahan Cascadia yang lebih terkenal.

Badan Geologi AS mengatakan bahwa lindu Oregon merupakan "hasil dari patahan patahan di sepanjang Zona Fraktur Blanco, patahan transformasi yang menandai batas antara Lempeng Pasifik ke barat daya dan Lempeng Juan de Fuca ke timur laut," demikian seperti dikutip dari Forbes.

Di sisi lain, CSZ merupakan lempeng subduksi zona besar, pemicu gempa "megathrust" yang sangat dikhawatirkan oleh banyak orang di Pasifik Barat Laut.

Menurut Pacific Seismic Network (PNSN) Pasifik Barat Laut :

"Gempa bumi Subduksi Zona Besar adalah gempa bumi terbesar di dunia, dan merupakan satu-satunya zona sumber yang dapat menghasilkan gempa bumi lebih besar dari magnitudo 8,5. CSZ telah menghasilkan gempa bumi bermagnitudo 9,0 atau lebih besar di masa lalu, dan tidak diragukan lagi akan terjadi di masa depan."

5 dari 7 halaman

4. Bukan Gempa Episodik

Lindu Oregon juga tidak terkait dengan kelompok 'slip episodik'(ETS) di sepanjang batas lempeng tektonik Cascadia, kata USGS seperti dikutip dari Forbes.

Kelompok gempa episodik itu terjadi secara teratur setiap 14 bulan atau lebih di sepanjang Cascadia Subduction Zone (CSZ).

6 dari 7 halaman

5. Sejarah Gempa Oregon

Peristiwa gempa Oregon yang tercatat berasal dari tahun 1841. Sejak saat itu telah terjadi lebih dari 6.000 gempa bumi di Oregon, sebagian besar dengan magnitudo di bawah tiga, demikian seperti dikutip dari oregoninsuranceadvisor.com.

Kota Portland dan wilayah sekitarnya berpotensi menjadi wilayah paling aktif seismik di Oregon.

Wilayah metropolitan Portland telah mengalami tujuh belas gempa bumi dengan kekuatan empat dan lebih besar, dengan gempa bumi besar pada 1877 (magnitudo 5,3), 1962 (magnitudo 5,2), dan 1993 (magnitudo 5,6).

Catatan juga menunjukkan bahwa gempa bumi di Wilayah Puget Sound, seperti peristiwa 1949 berkekuatan 7,199 dekat Olympia, WA, dan peristiwa 6,5 ​​berkekuatan 1965 yang terletak antara Seattle dan Tacoma, dapat menyebabkan kerusakan di Portland.

7 dari 7 halaman

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Tingkatkan Kualitas SDM Tanah Air, AS Buka Lebih Banyak Beasiswa untuk WNI
Artikel Selanjutnya
Kilang Minyak Arab Saudi Diserang Drone, AS Siap Kirim Pasukan