Sukses

5 Satelit Alami Pluto yang Ditemukan Astronom

Pluto resmi diklasifikasikan sebagai planet kerdil bersama dengan empat planet katai lain di tata surya.

Liputan6.com, Jakarta - Pluto pernah menjadi planet kesembilan di Bima Sakti. Pada 24 Agustus 2006, International Astronomical Union (IAU) menurunkan status Pluto menjadi planet kerdil.

Pluto resmi diklasifikasikan sebagai planet kerdil bersama dengan empat planet katai lain di tata surya. Planet kerdil adalah benda langit yang mengorbit langsung matahari, sehingga bentuknya dipengaruhi oleh gaya gravitasi objek lain.

Planet kerdil ini ternyata memiliki lima buah bulan atau satelit alami. Menariknya, satu dari lima satelit Pluto berukuran setengah dari ukuran Pluto sendiri.

Dikutip dari laman resmi NASA pada Jumat (10/05/2024), berikut satelit-satelit alami Pluto yang berhasil ditemukan para astronom.

1. Charon

Salah satu satelit alami Pluto bernama Charon yang ditemukan pada 1978. Bulan terbesar Pluto ini ditemukan oleh James Christy dan Robert Harrington.

Charon terletak sejauh 12.200 mil dari Pluto. Bulan ini memiliki lebar 754 mil, sedangkan Pluto memiliki lebar 1.400 mil.

Ukuran Charon bahkan mencapai sekitar setengah dari Pluto. Waktu orbit Charon terhadap Pluto dan waktu satu rotasi Pluto terjadi setiap 6,4 hari Bumi.

Pluto dan Charon selalu saling berhadapan pada bagian permukaan yang sama. Oleh karenanya, Charon tidak terbit dan terbenam.

Charon akan tetap terlihat di tempat yang sama di permukaan Pluto. Fenomena ini disebut sebagai mutual tidal locking.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Hydra

2. Hydra

Satelit alami Pluto selanjutnya adalah Hydra. Hydra ditemukan pada 2005 oleh Hal Weaver dan timnya.

Hydra sendiri merupakan bulan yang letaknya berada paling luar dibandingkan bulan-bulan lain milik Pluto. Hydra juga termasuk sebagai bulan Pluto yang ukurannya relatif kecil dengan lebar sekitar 20 hingga 70 mil.

Bentuk dari Hydra jauh lebih rumit dibandingkan dengan bentuk satelit lain yang mengorbit pada Pluto. Terdapat kemungkinan bahwa bulan ini adalah hasil tabrakan antara dua bulan yang lebih tua dengan kecepatan yang rendah.

3. Nix

Nix juga ditemukan pada 2005 bersama Hydra. Nix merupakan salah satu bulan kecil milik Pluto.

Lebar dari bulan ini sekitar 20 hingga 70 mil. Ukuran ini relatif lebih kecil jika dibandingkan bulan terbesar Pluto.

Jarak Nix dari Pluto lebih jauh dua sampai tiga kali lipat dibandingkan dengan jarak Charon dari Pluto. Nix tidak memiliki bentuk bulat, seperti Charon.

Namun, bulan ini memiliki bentuk seperti gumpalan karena ukurannya yang tidak cukup besar. Nix juga memiliki kawah besar yang terlihat memiliki warna agak kemerahan.

Berbeda dengan warna pada sebagian besar permukaannya yang berwarna putih netral.

 

3 dari 3 halaman

Styx

4. Styx

Styx juga menjadi bulan lainnya yang mengorbit Pluto. Styx juga ditemukan oleh Mark Showalter dan timnya pada 2012.

Bulan ini diperkirakan memiliki ukuran sekitar 6 hingga 15 mil. Ukurannya yang relatif kecil juga membuatnya tidak berbentuk bulat.

Styx berada dalam orbit yang melingkar dengan diameter 58.000 mil di sekitar Pluto.

5. Kerberos

Satelit alami Pluto yang terakhir adalah Kerberos. Kerberos ditemukan pada 2011 oleh Mark Showalter dan timnya.

Bulan ini terletak di antara orbit Nix dan Hydra. Bulan ini juga tidak berbentuk bulat.

Tampaknya bulan ini memiliki bentuk lobus ganda, dengan lobus yang lebih besar berukuran sekitar 5 mil dan lobus yang lebih kecil berukuran sekitar 3 mil. Jika dilihat dari bentuknya yang tidak biasa tersebut, terdapat spekulasi bahwa Kerberos terbentuk dari penggabungan antara dua objek yang lebih kecil.

(Tifani)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini