Sukses

Ahli Temukan Stiker Ajaib, Bisa Pantau Denyut Nadi Secara 'Wireless'

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, teknologi sudah semakin berkembang termasuk dalam bidang kesehatan. Beberapa alat medis pun semakin canggih.

Para peneliti di Stanford University telah membuat stiker unik. Tidak seperti stiker pada umumnya, benda elektronik fleksibel itu dapat secara nirkabel (wireless) memantau denyut nadi, pernapasan, dan aktivitas otot seseorang; seperti dilansir dari laman Science Alert, Rabu (28/8/2019). 

Sistem itu diberi nama BodyNet, mengklaim memiliki sensor lembut dan ringan yang nyaman untuk digunakan di kulit. Perangkat stiker nirkabel yang presisi ini kemudian dipancarkan dari stiker ke alat penerima fleksibel di dekatnya.

Pada masa yang akan datang, tim peneliti berencana memperbaiki desain agar semakin fleksibel. Dengan alat itu, mereka berharap dokter dapat menggunakan perangkat untuk melacak gangguan tidur dan kondisi jantung secara real time.

"Kami pikir suatu hari nanti akan dimungkinkan untuk membuat sensor kulit seluruh tubuh untuk mengumpulkan data fisiologis tanpa mengganggu perilaku normal seseorang," kata insinyur kimia Zhenan Bao.

Mimpi itu masih jauh, tetapi penelitian tentang teknologi medis yang fleksibel semakin berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, para insinyur dari seluruh dunia telah mengembangkan cara-cara baru untuk menempelkan perangkat medis ke kulit atau menanamkan sensor medis dalam tinta tato.

2 dari 3 halaman

Stiker Itu Punya Antena

Stiker yang menggunakan sistem nirkabel itu memiliki antena khusus yang terbuat dari tinta metalik. Benda itu dicetak di layar pada stiker karet yang dapat menekuk dan meregang secara elastis seperti kulit manusia.

Saat melewati gerakan tertentu, arus listrik yang mengalir melalui tinta logam ini melakukan pengukuran fisik seseorang.

Sistem nirkabel yang digunakan didasarkan pada  identifikasi frekuensi radio  (RFID), yang merupakan teknologi yang memungkinkan Anda mengakses kamar hotel dengan kartu ID.

Sistem hanya berfungsi ketika kartu kunci diletakkan di dekat penerima, karena ini memungkinkan kartu kunci bebas-baterai mencuri sedikit energi dari alat pembaca. Dengan menggunakan dorongan ini, kartu menghasilkan kode akses yang kemudian dikirim kembali ke penerima untuk akses.

3 dari 3 halaman

Simak pula video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Geger Darah Wanita AS Berubah Jadi Biru, Ini Penjelasannya
Artikel Selanjutnya
Kampanye Perubahan Iklim, Pembeli E-Bike di Paris Dapat Bonus Rp 7 Juta