Sukses

Bikin Kantong Belanja Kertas, Perusahaan Jepang Investasi Ratusan Miliar Rupiah di Indonesia

Jakarta - Demi mengurangi kantong plastik di Tanah Air, pabrikan kantong kertas terkemuka asal Jepang, The Pack ikut serta. Perusahan tersebut akan segera membangun fasilitas produksi di Indonesia untuk memenuhi permintaan kantong belanja yang terbuat dari kertas yang meningkat di Asia Tenggara.

DW Indonesia yang dikutip Minggu (28/7/2019) melaporkan, perusahaan Jepang The Pack akan menginvestasikan sekitar 2 hingga 3 miliar yen (Rp 258 miliar - Rp 387 miliar) dalam bentuk pabrik, yang rencananya mulai beroperasi pada Desember 2020. Langkah ini dilakukan seiring adanya tren untuk menghindari penggunaan plastik.

Saat ini di Indonesia sedang berlangsung perdebatan untuk melarang penggunaan kantong plastik di toko-toko. Perusahaan ini berharap negara-negara Asia Tenggara lainnya juga turut mempertimbangkan langkah serupa. Mereka berharap untuk bisa mengekspor kantong kertas hasil produksi pabrik baru ke lebih banyak pasar.

Konsumen Indonesia yang mereka sasar adalah yang cenderung berbelanja di butik dan pusat perbelanjaan kelas atas. Barang-barang yang baru dibeli dari tempat-tempat semacam ini umumnya dikemas dengan menggunakan kantong kertas.

 

2 dari 2 halaman

Geser Pemakaian Plastik

The Pack telah memiliki fasilitas produksi di China, dan pembangunan pabrik di Indonesia ini akan menjadi fasilitas pertama di Asia Tenggara.

Produsen pengemasan yang berbasis di Osaka diharapkan akan membentuk usaha patungan dengan mitra lokal yang menawarkan saluran penjualan di Indonesia dan di tempat lain. Detail terkait kesepakatan ini akan segera dirampungkan.

Sekitar 30 persen pendapatan dari grup perusahaan ini pada tahun 2018 didapatkan dari penjualan kantong kertas. Perusahaan ini menargetkan pendapatan sebesar 100 miliar yen (Rp 13 triliun) pada 2020 melalui operasi yang lebih kuat di luar negeri.

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Potret Nia Ramadhani Main Salju di Jepang, Lipstik Merahnya Disorot Luna Maya
Artikel Selanjutnya
Penjemputan WNI di Kapal Diamond Princess, Menkes Terawan Ungkap Harus Hati-hati