Sukses

Kapal Katamaran Terbalik di Pesisir Australia, 3 Orang Tewas

Liputan6.com, Sydney - Sebuah kapal katamaran --dengan penyangga dua tabung-- terbalik di lepas pantai negara bagian New South Wales, Australia. Tiga orang tewas dalam insiden tersebut.

Tim penyelamat mengatakan, lampu suar darurat telah diaktifkan oleh sebuah kapal di laut dekat Newcastle, 160 kilometer sebelah utara Sydney, Australia pada Kamis, 11 Juli 2019.

Saat regu penyelamat diterjunkan, dua orang --seorang pria berusia 40 tahun dan gadis 16 tahun-- ditemukan tengah memegangi kapal yang terbalik. Keduanya memakai baju pelampung.

Sementara ketiga jasad tak bernyawa ditemukan dalam air, yang seluruhnya belum teridentifikasi, mengutip BBC News pada Kamis (11/7/2019).

Kedua korban yang selamat telah dibawa ke rumah sakit, namun kondisi mereka masih belum diketahui, kata Luke Wiseman dari New South Wales Ambulance kepada wartawan.

Pihak berwenang setempat mengatakan, kecelakaan itu terjadi di laut, sekitar tujuh mil (sekitar 11,2 kilometer) dari garis pantai.

Operasi penyelamatan sempat terhambat karena banyaknya puing dan tali di dalam air. 

"Anggota kru (penyelamat) dihadapkan dengan laut yang cukup tinggi dengan angin kencang sekitar 30 knot," pihak berwenang menambahkan.

Media lokal melaporkan panjang kapal katamaran adalah 11,7 meter.

Sebelumnya, kapal-kapal telah diperingatkan bahwa angin kencang akan menciptakan kondisi berbahaya di sepanjang garis pantai, kata pihak berwenang Australia.

2 dari 3 halaman

Insiden Perahu Terbalik

Insiden perahu terbalik sering terjadi di sejumlah wilayah dunia. Beberapa waktu lalu, akhir Mei 2019, sebuah kapal yang membawa penumpang terbalik di China. Insiden itu terjadi saat perahu melintasi sungai di barat daya Tiongkok. Sedikitnya 10 orang tewas dalam kejadian nahas tersebut. 

Sebanyak 12 penyelam merupakan beberapa di antara penumpang kapal tersebut. Sejauh ini delapan orang masih dinyatakan hilang, demikian penyiar stasiun televisi CCTV melaporkan, sebagaimana dilaporkan oleh Associated Press dikutip dari portal berita daring The Star.

Sang kapten penyelam termasuk di antara 11 orang yang berhasil diselamatkan setelah kapal terbalik di Desa Banrao di Provinsi Guizhou, China.

Polisi telah menahan kapten tim penyelam, meski dirinya masih terluka dan dirawat di rumah sakit.

"Kapal itu adalah kapal logam bertenaga motor yang "dibuat sendiri" alih-alih membeli dari produsen industri," kata Kementerian Manajemen Darurat China dalam sebuah pernyataan.

Kecelakaan transportasi di sungai-sungai China dan saluran air lainnya menjadi lebih jarang dalam beberapa tahun terakhir karena pemerintah menekankan keselamatan.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Binus dan Atma Jaya Wakili Indonesia di Lomba Debat Australia-Asia di Bali
Artikel Selanjutnya
Bantu Mahasiswa Cheating di Negara Ini Siap-Siap Dapat Sanksi 2 Tahun Penjara