Sukses

Mesin Enigma Pembuat Sandi untuk Nazi Siap Dilelang, Buka Harga Rp 2,8 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah mesin enigma yang langka, alat Nazi untuk menyandikan pesan rahasia selama Perang Dunia II, siap untuk dilelang. Benda itu ditawarkan mulai dari US$ 200.000 atau sekitar Rp 2,86 mililar.

Lelang itu berakhir pada Kamis, 30 Mei di Nate D. Sanders Auctions pukul 20:00 EDT / 17:00 PDT waktu setempat.

Perangkat ini sangat unik, berbeda dari mesin sejenis biasanya. Mengingat, mesin memiliki rotor tiga-sandi (M3) yang dirancang oleh Angkatan Laut Jerman, dan bahkan memiliki nama yang tepat: Funkschlüssel.

Nazi menggunakan mesin Enigma sebelum dan selama Perang Dunia II, dari tahun 1934 hingga 1945, sebagaimana dikutip dari laman Live Science pada Jumat (31/5/2019). Hal itu dilakukan untuk mengirim arahan agar tidak dapat dibaca oleh musuh mereka. Tetapi ketika perang berakhir, Jerman mulai menghancurkan mesin-mesin ini untuk menjaga barang itu agar tidak jatuh ke tangan Sekutu.

Banyak mesin Enigma yang pada akhirnya sampai ke tangan Sekutu, namun kemudian Perdana Menteri Inggris Sir Winston Churchill meminta perangkat itu untuk dihancurkan.

Saat ini hanya terdapat 250 mesin Enigma era Perang Dunia II yang tersisa. Banyak orang yang menaruh perhatian pada perangkat itu, khususnya setelah sebuah film berjudul "The Imitation Game" pada 2014 lalu. Cerita yang diangkat adalah upaya ilmuwan Inggris Alan Turing untuk memecahkan kode mesin Enigma.

Ternyata langkah memecahkan kode Nazi itu tidaklah mudah. Perangkat canggih dapat mengacak huruf menjadi salah satu dari 17.576 kombinasi, yang tidak termasuk huruf asli kata-kata.

2 dari 2 halaman

Bisakah Membongkar Sandi dari Enigma Nazi?

Pada akhirnya, Turing dan timnya berhasil memecahka sandi tersebut. Mereka menemukan kodenya, berkat kesalahan dari pihak Nazi, yang mengakhiri setiap komunikasi dengan "Heil Hitler."

Hal itu membantu Sekutu mendekonstruksi pesan dan memberi mereka pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait pesan Axis.

Mesin Enigma bersejarah itu ditempatkan di kotak kayu aslinya. Roda logamnya memiliki ukiran lambang Reich Ketiga - elang hitam di atas swastika. Di bagian dalam kotak kayu terdapat instruksi dalam bahasa Jerman tentang cara membersihkan dan mengkonfigurasi mesin.

Papan ketiknya menggunakan QWERTZ, berbeda dari keyboard QWERTY hari ini. Keyboard itu menyala saat digunakan. Dari 26 bola lampu yang ada di mesin itu, hanya ada satu yang rusak, menurut Nate D. Sanders Auctions.

Loading
Artikel Selanjutnya
Perdana, Angela Merkel Kunjungi Kamp Nazi di Auschwitz
Artikel Selanjutnya
4 Fakta Tentang Adolf Hitler yang Jarang Diketahui Banyak Orang