Sukses

Pastor AS Dituduh Terlibat Skandal Pelecehan Seksual di Timor Leste

Dili - Skandal pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur terungkap di Dili, Timor Leste. Seorang misionaris dari Amerika Serikat, Richard Daschbach, pendiri rumah singgah untuk anak-anak, dikeluarkan dari gereja Katolik setelah mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Seperti yang diberitakan kantor berita AP, laporan media tentang kejadian tersebut mengejutkan warga Timor Leste.

Uskup Dili, Virgilio do Carmo da Silva, mengatakan kepada wartawan bahwa Richard Daschbach telah dikeluarkan dari gereja pada tahun lalu dan bukan lagi seorang pastor.

Pelaku mengakui perbuatannya

Daschbach lahir di Pennsylvania, AS dan pertama kali datang ke Timor Leste pada tahun 1966, saat negara itu masih menjadi koloni Portugis.

Ia mendirikan rumah singgah "Topu Honis” atau "Pemandu Kehidupan”, tempat perlindungan untuk anak-anak di distrik Oekusi-Ambeno pada tahun 1992.

Ia adalah sosok yang dihormati karena menyelamatkan anak-anak selama konflik Timor Leste untuk merdeka dari Indonesia.

Anggota keluarganya di AS, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini, mengatakan bahwa Daschbach sebelumnya telah meninggalkan Oekusi-Ambeno, tetapi kemudian kembali lagi. Media Timor Leste melaporkan bahwa ia telah memimpin misa di sana.

"Dia mengakui bahwa tuduhan terhadapnya itu memang benar," kata seorang anggota keluarga kepada The Associated Press yang dikutip dari DW Indonesia pada Kamis (14/2/2019).

"Para pastor memintanya pergi karena dugaan pelecehan seksual terhadap anak. Dia mengakui bahwa itu benar, tapi dia kembali lagi ke sana tanpa persetujuan para pastor lain", tambahnya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Tidak Ada Korban yang Melapor

Kantor kejaksaan di Oekusi-Ambeno mengatakan mereka tahu tentang skandal tersebut tetapi tidak ada laporan kasus pidana yang menuntut Dasbach.

Dasbach sendiri tidak menanggapi permintaan komentar.

Layanan berita Katolik, Catholic News Service, mengutip Jovito Rego de Jesus Araujo, seorang pastor di Keuskupan Dili, yang menyatakan bahwa kasus Daschbach adalah kasus pelecehan seksual terhadap anak yang pertama kali terjadi di gereja Katolik di Timor Leste.

Dua rumah perlindungan yang didirikan Daschbach merawat ratusan anak yatim piatu, anak-anak dan remaja berusia 3 hingga 18 tahun dari keluarga miskin, orang cacat dan wanita korban kekerasan dalam rumah tangga.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mantan Perwira Angkatan Udara AS Membelot Jadi Mata-Mata untuk Iran
Artikel Selanjutnya
Inggris Kirim Kapal Induk Seluas 3 Kali Lapangan Bola ke Pasifik