Sukses

TKW Kamboja Tewas Mengenaskan di Malaysia

Liputan6.com, Kuala Lumpur: Keamanan bagi para pekerja asing di sektor nonformal, seperti pembantu rumah tangga terutama kaum wanita, masih diliputi masalah besar. Negara-negara sesama anggota ASEAN seperti Indonesia dan juga Kamboja berkepentingan dengan masalah ini.

Kasus terbaru, Mey Sichan (24) seorang TKW asal Kamboja, Jumat (14/4) lalu tewas akibat siksaan majikannya suami istri warga Malaysia Soh Chew Tong (43) dan Chin Chui Ling (40). Polisi setempat menduga Mey Sichan tewas akibat menderita kelaparan parah dan dianiaya sang majikan. 

Menurut laporan The Sun Daily yang mengutip pernyataan pengacara pemerintah Nurdeenie Abdul Rashid, menyatakan bahwa sang majikan pemilik toko hardaware telah diseret ke pengadilan distrik Penang atas tuduhan pembunuhan pembantu rumah tangganya tersebut.

Nurdeenie Abdul Rashid mengatakan kasus pembunuhan ini bisa membawa pelakunya, suami istri tersebut ke tiang gantungan. Keduanya juga tidak diberikan kesempatan untuk pembelaan yang ditunda sampai selesainya laporan bedah mayat. Suami istri Soh Chew Tong dan Chin Chui Ling akan menjalani proses pengadilan lagi, Kamis 7 Juni mendatang. 

Mey Sichan ditemukan tewas oleh tim medis yang dipanggil oleh pasangan tersebut pada 31 Maret lalu. Saat ditemukan, bobot berat badannya hanya sekitar 26 kilogram. Selain itu, berbagai luka memar juga ditemukan di tubuhnya.

Menurut polisi, Mey Sichan yang telah bekerja selama delapan bulan itu tewas akibat gastritis dan ulkus akut yang kemungkinan karena kekurangan makanan dalam jangka panjang.

Sebelumnya peristiwa tragis tersebut, pemerintah Kamboja sempat mengeluarkan larangan sementara pengiriman tenaga kerja ke Malaysia. Keputusan tersebut merujuk pada laporan LSM yang menyatakan banyaknya kasus pelanggaran terhadap para pekerja, termasuk pelecehan seksual, ekploitasi kerja yang melebihi jam kerja, dll. LSM Kamboja mencatat kasus tersebut menimpa sebagian dari 50 ribu TKW di Malaysia.

Kasus yang menimpa TKW asal Kamboja ini jelas menjadi pelajaran penting bagi Indonesia yang rencananya akan memulai lagi pengiriman TKI kaum perempuan mulai akhir April setelah Malaysia berjanji akan memberikan perlindungan lebih baik, termasuk jaminan hari libur sehari dalam sepekan bagi TKI. (AFP/Vin)