Sukses

Ini 3 Hal Pertama yang Harus Dilakukan Jika Anda Ketinggalan Pesawat

Liputan6.com, Missouri - Bagi kebanyakan orang yang tinggal di ibu kota atau kota-kota besar yang rawan macet, umumnya mereka akan memperhitungkan segala sesuatunya ketika hendak menuju ke sebuah tempat. Apalagi jika perjalanan yang mereka lakukan berhubungan dengan jadwal pesawat.

Mereka tak mau terjebak dalam lalu lintas yang mengerikan dalam perjalanan ke bandara, demi agar tak ketinggalan pesawat dan membuat pengeluaran yang sia-sia.

Namun, terkadang, meski upaya maksimal telah mereka lakukan --termasuk dalam mengestimasi waktu sampai-- tetapi perkiraan tersebut bisa meleset. Ujung-ujungnya, mereka tetap tidak bisa mengejar jadwal penerbangan.

Ketika mengetahui bahwa pesawat yang mereka akan tumpangi sudah lepas landas beberapa menit lalu, perasaan yang biasanya muncul kesal, emosi, panik, kecewa dan sedih. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan?

Untuk mengetahuinya, situs travelandleisure.com yang dikutip oleh Liputan6.com pada Senin (7/1/2019) memberikan tips rahasia yang mungkin bisa membantu.

Dalam artikel di bawah ini, Travel + Leisure juga menyertakan "bocoran" dari ahli di industri kedirgantaraan, termasuk pramugari veteran dan perwakilan maskapai.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 4 halaman

1. Segera Telepon Maskapai

Anda yang masih terjebak macet dan khawatir tidak akan mengejar penerbangan di bandara tujuan, harus segera memberi tahu maskapai dengan sambungan telepon.

"Jika seseorang tahu bahwa ia akan ketinggalan pesawat dan tak mampu mengejarnya, maka segera telpon maskapai dan beri tahu dengan jelas penyebabnya," kata pramugari Kelly Kincaid kepada Travel + Leisure.

Ini adalah sikap yang dianggap baik dan sopan bagi penumpang tersebut. Dengan pemberitahuan kepada maskapai, maka ada kemungkinan besar Anda akan dipesankan ulang tiket untuk penerbangan berikutnya --jika ada ruang.

3 dari 4 halaman

2. Bagaimana Jika Masih Tidak Bisa Mengejar Penerbangan?

Tergantung pada maskapai, Anda dapat dikenakan biaya tambahan untuk pemesanan ulang --ikut ke penerbangan berikutnya.

JetBlue, misalnya, akan memberikan harga tiket pesawat berbeda, yang tertera pada seluruh aplikasi pemesanan tiket. Maskapai ini hanya membebankan biaya perubahan yang berlaku, sesuai kebijakan perusahaan, ketika mereka mendapatkan ada penumpang yang hendak memesan ulang untuk keberangkatan selanjutnya.

Southwest, di sisi lain, tidak pernah memungut biaya perubahan tersebut. Namun, mungkin Anda harus menanggung selisih tarif.

Jika Anda tiba di bandara setelah penerbangan Anda tutup atau berangkat, luangkan waktu sebentar untuk melihat papan jadwal penerbangan. Carilah penerbangan selanjutnya dengan maskapai yang sama (dan tujuan yang sama), yang dapat membantu Anda menghindari biaya tambahan.

Berikan opsi ini ke petugas check-in, yang akan membantu Anda mempercepat prosesnya.

4 dari 4 halaman

3. Bisakah Mendapatkan Pengembalian Uang?

Anda tidak dapat mendapatkan pengembalian uang jika Anda ketinggalan pesawat. Tetapi, Anda dapat (pada kesempatan yang jarang dan kebetulan) menghindari hukuman karena keterlambatan Anda.

"Ada sesuatu yang disebut flat tire rule atau aturan ban kempes," Kincaid menjelaskan kepada Travel + Leisure. Ia mencatat bahwa tidak semua maskapai memiliki aturan ini.

"Pada dasarnya, aturan itu hanya dapat digunakan untuk membebankan biaya konfirmasi pada hari yang sama (atau) biaya siaga, alih-alih biaya perubahan dan perubahan biaya tarif. Jika penumpang menyatakan bahwa mereka terlambat karena ban kempes, kecelakaan, atau sesuatu yang serupa, maka aturan ini berlaku," paparnya lagi.

Untuk pembatalan yang berkaitan dengan cuaca, Anda juga memiliki peluang serupa. 

Meskipun kebijakan ini jarang dipublikasikan di situs web maskapai, The Points Guy mengemukakan bahwa sebagian besar maskapai penerbangan seperti American Airlines, Delta Air Lines, dan United Airlines, akan mengakomodasi para calon penumpang yang tiba dalam waktu dua jam dari waktu keberangkatan awal mereka, tanpa membayar biaya atau kenaikan tarif.

Pemerintah Tunisia Dorong Warganya Berpoligami?

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
2 Bandara Terbesar di Inggris Beli Sistem Anti-Drone
Artikel Selanjutnya
Merpati Siapkan Lebih dari 10 Pesawat untuk Kembali Terbang