Sukses

Persahabatan Semua Bangsa... Harapan Paus Fransiskus di Tahun Baru 2019

Liputan6.com, Vatikan - Dalam pesan Natal kepada seluruh umat di dunia, Paus Fransiskus menyampaikan harapan bahwa tahun yang baru ini akan menjadi tahun penuh persahabatan antara manusia dari semua bangsa.

"Semoga hari Natal ini membantu memperkuat hubungan persaudaraan antara semua bangsa, kata Paus."

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (27/12/2018), ia juga berharap hari Natal ini akan membawa perdamaian antara bangsa Israel dan Palestina, perdamaian dan Suriah dan di Yaman.

"Harapan saya bagi hari Natal yang berbahagia ini adalah supaya semua bangsa di dunia hidup dalam kedamaian," kata Paus Fransiskus dihadapan lebih dari satu juga warga Katolik yang hadir di Basilika Santo Petrus.

"Persaudaraan antara manusia dari semua bangsa dan kebudayaan, persaudaraan antara orang-orang yang punya perbedaan pendapat, tapi bisa menghormati dan mendengar pandangan orang lain, dan juga persaudaraan antara orang-orang yang berlainan agama," kata Paus.

Ia menambahkan bahwa, "Putra Tuhan telah menjanjikan bahwa penyelamatan bisa dicapai lewat kasih sayang dan penerimaan, penghormatan bagi semua bangsa dan ras, yang berbeda bahasa dan kebudayaan, karena kita semua adalah bersaudara."

"Perbedaan yang ada antara kita, bukanlah sesuatu yang mencegah kita melakukan kebaikan ataupun berbahaya, tapi merupakan sumber kekayaan. Kata Paus lagi, kalau kita akan membuat mosaik yang bagus, kita akan lebih berhasil bila kita mempunyai banyak bagian yang berwarna-warni."

Paus Fransiskus kemudian mengalihkan perhatiannya kepada berbagai kawasan konflik di dunia, khususnya di Timur Tengah.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Rayakan Misa

Ia menyatakan harapan bahwa hubungan persaudaraan akan memungkinkan bangsa Israel dan Palestina melanjutkan dialog dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung 70 tahun lebih.

Paus juga merayakan misa Natal di Basilika Santo Petrus yang dihadiri puluhan ribu umat. Kata Paus, bagi banyak orang, kehidupan berarti memiliki banyak kekayaan dan harta duniawi, tapi ia mendesak umat yang percaya supaya memusatkan perhatian pada kehidupan yang sederhana.

Minggu ini akan menjadi hari-hari paling sibuk bagi Paus yang berusia 82 tahun itu.