Sukses

Bom Mobil Meledak di Dekat Istana Kepresidenan Somalia, 16 Orang Tewas

Liputan6.com, Mogadishu - Bom mobil meledak di sebuah pos pemeriksaan militer dekat Istana Kepresidenan Somalia pada Jumat 21 Desember 2018, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Kelompok militan Al-Shabaab yang terkait dengan jaringan teroris Al Qaeda, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dikutip dari The Guardian pada Minggu (23/12/2018), mereka yang tewas termasuk tiga anggota staf dari stasiun Universal TV yang berbasis di London, kata juru bicara kepolisian Mohamed Hussein.

Bomber itu menargetkan pos pemeriksaan di dekat pintu masuk belakang istana yang dijaga sangat ketat, kata Hussein. Seorang anggota parlemen dan seorang wakil walikota Mogadishu termasuk di antara mereka yang terluka, katanya.

Tentara Somalia juga termasuk di antara yang tewas, kata Kolonel Ahmed Mohamud.

Ledakan kedua, yang lebih kecil, dilaporkan terjadi tidak jauh dari istana. Diduga kuat menargetkan mereka yang akan kembali bekerja setelah menjalankan ibadah salat Jumat di ibu kota Mogadishu.

Gumpalan asap membubung tinggi ke atas langit ibu kota ketika ambulans bergegas ke tempat kejadian.

"Awalnya saya melihat sebuah kendaraan melaju ke sana kemari. Kami mencoba memperingatkan orang-orang untuk menyelamatkan diri, dan kemudian dalam sekejap, kendaraan tersebut meledak, menyebabkan kekacauan," kata Mohamed Harun, seorang petugas polisi lalu lintas setempat.

Kelompok militan Al-Shabaab telah diusir dari Mogadishu pada tahun lalu, tetapi mereka masih mengendalikan sebagian besar pedesaan di wilayah selatan dan tengah Somalia.

Militer AS, yang bekerja sama dengan pasukan Somalia dan misi penjaga perdamaian Uni Afrika berkekuatan 20.000 pasukan, sejauh ini telah meningkatkan serangan udara terhadap Al-Shabaab dalam setahun terakhir.

Setidaknya 47 serangan AS telah dilakukan kepada kelompok tersebut di sepanjang 2018.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Serangan Udara AS Paling Mematikan Sejak 2017

Sementara itu, militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah melakukan enam serangan udara terhadap pertahanan kelompok militan Al-Shabaab di Somalia, pada akhir pekan lalu. Total sebanyak 62 orang dilaporkan tewas.

Empat serangan udara pada Sabtu 15 Desember menewaskan 34 orang, dan dua serangan lainnya pada Minggu 16 Desember menelan 28 korban jiwa, kata militer AS dalam sebuah pernyataan resmi.

Dikutip dari BBC, serangan tersebut disebut paling mematikan di Somalia sejak November 2017, ketika militer AS mengatakan telah menewaskan lebih dari 100 orang militan Al-Shabaab.

Somalia sendiri disebut mengalami peningkatan tajam dalam jumlah serangan udara dan korban tewas sejak Donald Trump berkuasa di Amerika Serikat pada Januari 2017.

Penghitungan oleh Biro Investigasi Jurnalisme mengungkapkan bahwa setidaknya 400 orang telah tewas dalam serangan udara sejak awal 2017, jauh lebih banyak dari 10 tahun gabungan sebelumnya.

Sementara itu, AS memiliki pangkalan militer yang sangat besar di negara tetangga Djibouti, di mana menjadi lokasi peluncuran serangan terhadap militan Al-Shabaab.

Bahkan, pada Maret 2017, Donald Trump memberi otoritas militer yang lebih besar untuk menyerang militan di Somalia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Serangan Udara AS Paling Mematikan Sejak 2017 di Somalia, 62 Militan Tewas
Artikel Selanjutnya
Serangan Udara Militer AS Kembali Menewaskan 8 Militan Somalia