Sukses

Tak Ada Penjahat Berkeliaran, Negara di Eropa Ini Siap Tutup Seluruh Penjara

Liputan6.com, Amsterdam - Dapatkah Anda membayangkan tinggal di sebuah negara yang tidak memiliki penjahat sama sekali? atau bahkan tidak ada penjara bagi pelaku kriminal?

Hal itu sepertinya akan terwujud. Pasalnya, ada sebuah negara di Benua Eropa yang akan segera menutup semua penjaranya akibat tingkat kejahatan yang terus menurun.

Dikutip dari laman Indiatoday, Rabu (14/11/2018), negara tersebut adalah Belanda. Aksi kriminalitas yang menimpa warganya terakhir kali terjadi pada tahun 2013 silam.

Kini, pada tahun 2018, Belanda menyebut jika di negaranya tidak ada lagi penjahat dan kasus kriminalitas.

Akibat kondisi penjara yang kosong karena tak ada warganya yang tersandung kasus kriminal, pemerintah Belanda pun menerima kiriman tahanan dari Norwegia. 

Alasan Belanda menerima tahanan dari luar negeri terjadi karena Negeri Kincir Angin itu ingin sistem penjara tetap berjalan. Pekerja yang berada di sana juga dapat bekerja.

Menurut surat kabar Belanda, Algemeen Dagblad, pemerintah telah mengidentifikasi penjara mana yang akan ditutup oleh menteri kehakiman Sander Dekker.

Penjara di Zoetermeer, Zeist, Almere dan Zwaag di Belanda Utara semuanya akan ditutup.

Algemeen Dagblad melaporkan bahwa sepertiga dari 13.500 tempat tidur penjara di Belanda terbengkalai pada tahun 2017, demikian dikutip dari laman Daily Mail.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Kontroversi

Meski kasus kriminalitas menurun, tak membuat negara itu bebas dari kontroversi. Ada kebimbangan yang dirasakan oleh sebagian pihak.

Dengan menurunnya angka kriminalitas, maka akan banyak pejara yang kosong. Semakin banyak penjara yang kosong, maka pemerintah akan mengambil langkah untuk menutup banyak lembaga pemasyarakatan.

Dengan ditutupnya banyak lembaga pemasyarakatan, maka akan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya.

Di satu sisi pemerintah mendapat prestasi namun di baliknya ada sejumlah orang yang menganggur. Meniadakan penjara diprediksi membuat sekitar 2.000 orang kehilangan pekerjaan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Atasi Stres Mahasiswa, Universitas di Belanda Buat Kelas Meditasi dalam Liang Kubur
Artikel Selanjutnya
Solusi Kurangi Polusi, Belanda Atur Kecepatan Maksimum Berkendara 100 Km/Jam