Sukses

Vans dan NASA Rilis Sepatu Bertema Antariksa, Dijual di Indonesia per 2 November 2018?

Liputan6.com, New York - Vans --produsen sepatu skateboard Amerika-- membuat gebrakan baru dengan mengeluarkan koleksi terbarunya. Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang berbasis di Santa Ana, California ini menggandeng NASA.

Kolaborasi antara brand busana dan lembaga antariksa milik pemerintah Amerika Serikat itu mulai diperkenalkan kepada publik satu per satu. Ragam koleksi yang dihadirkan terdiri dari beberapa siluet, yakni Vans Old Skool, Vans SK8-Hi dan Vans Slip-on.

Semua varian sepatu tersebut merupakan ciri khas dari Vans, merek yang lekat dengan olahraga ekstrem. Demikian seperti dilansir dari The Independent, Jumat (2/11/2018).

 
 
 
View this post on Instagram

Countdown to launch! Introducing the Vans Space Voyager collection arriving in T minus 3 days.

A post shared by vans (@vans) on

Salah satu koleksi sneakers yang lebih dulu 'bocor' di media sosial adalah Old Skool NASA. Sepatu varian ini dibuat berdasarkan inspirasi dari busana astronaut yang serba putih, lengkap dengan logo NASA dan misi pesawat ulang-alik Apollo 11 pada bagian tongue. Tak ketinggalan, patch bendera AS yang dapat dilepas pada bagian tumit.

Ada juga siluet Old Skool yang tampil berani dengan warna cerah seperti jingga.

Terungkap pula beberapa koleksi sneakers yang diluncurkan ke publik, mulai dari Space Voyager/Black dan Space Voyager/True White/Marshmallow yang merupakan warna dari sepatu Sk8-Hi 46 MTE dan MTE Sk8-Hi dengan warna Space Voyager/True White/Black.

Selain itu, Vans juga menyiapkan model Slip-On Galaxy/Black, termasuk tasnya. Untuk anak muda penggemar Vans dan NASA di Indonesia, Vans Space Voyager Collection direncanakan hadir per tanggal 2 November 2018 di toko resmi Vans di Tanah Air.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

NASA Butuh Bantuan Kamu untuk Jalankan Misi di Planet Mars, Berminat Gabung?

Sementara itu, sebelumnya NASA menawarkan sebuah sayembara berhadiah uang tunai dalam jumlah fantastis terkait Mars.

Badan antariksa ini akan memberikan US$ 750 ribu (Rp 11,2 miliar) bagi siapa saja yang mampu menemukan cara untuk mengubah karbon dioksida ke dalam unsur yang bermanfaat di Planet Merah.

Perlombaan bertema "CO2 Conversion Challenge" ini disebut NASA sebagai bentuk dorongan agar masyarakat dunia ikut berpartisipasi dalam penelitian para ilmuwan.

"Mereka (peneliti) perlu bantuan untuk mengubah karbon dioksida menjadi berbagai unsur yang bermanfaat, sehingga membuat perjalanan ke Mars menjadi mudah," kata pihak NASA, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu 5 September 2018).

Karbon dioksida adalah zat yang banyak ditemukan di dalam atmosfer Mars. Para periset NASA mengatakan, astronaut yang berusaha melakukan perjalanan ke Mars tidak bisa membawa semua kebutuhan ke planet itu. Jadi, mereka harus mencari jalan keluar dengan memanfaatkan sumber-sumber setempat untuk menciptakan apa yang mereka butuhkan.

"Memberdayakan kehidupan manusia di planet lain membutuhkan banyak sekali sumber dan kita tidak mungkin membawa semua yang kita perlukan. Kita harus kreatif," kata Monsi Roman, manajer program Centennial Challenges dari NASA.

Tahapan Lomba

Karbon, bersama oksigen, adalah unsur-unsur molekular yang membentuk gula. Di Bumi, tanaman secara mudah bisa mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula. Tetapi, kata ilmuwan, pendekatan seperti ini sulit untuk diaplikasikan di antariksa karena sumber energi dan air terbatas.

Sayembara ini dibagi ke dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, orang atau tim menyerahkan desain dan uraian dari proposal mereka kepada NASA. Tim atau individu yang dianggap oleh NASA mampu melahirkan ide terkait tema perlombaan, maka ia tau mereka bisa mendapatkan US$50 ribu (Rp 747 juta). NASA akan menyeleksinya menjadi total 5 (sudah termasuk tim dan individu).

Pada tahap kedua, mereka yang masuk final akan membangun dan menyajikan sebuah peragaan proposal mereka, mempresentasikannya di hadapan para ilmuwan NASA. Pemenangnya akan memperoleh hadiah senilai US$ 750 ribu (Rp 11,2 miliar).

Mereka yang berminat harus mendaftar paling lambat pada 24 Januari 2019 dan memulainya pada 28 Februari 2019. 

Loading
Artikel Selanjutnya
NASA Gelar Kontes Desain Sensor untuk Rover ke Venus Berhadiah Rp 208 Juta
Artikel Selanjutnya
Perdana, NASA Pilih Ilmuwan Kanada untuk Misi ke Planet Mars