Sukses

Peneliti Australia Temukan Mineral Terlangka di Dunia yang Lebih Mahal dari Emas

Liputan6.com, Perth - Para peneliti telah menemukan salah satu mineral paling langka di Bumi yang terkubur jauh di dalam kawah meteorit kuno di Australia Barat.

Mineral sangat langka yang dikenal sebagai reidite itu ditemukan jauh di dalam Kawah Woodleigh yang sudah lama terkubur, di dekat wilayah Shark Bay, sekitar 750 kilometer di utara Perth, demikian dikutip dari laman ABC Indonesia, Selasa (16/10/2018).

Reidite hanya terbentuk di bawah tekanan ekstrem yang terjadi ketika batu dari luar angkasa membentur kerak Bumi.

Ini adalah keenam kalinya mineral tersebut ditemukan di Bumi. Para peneliti di Curtin University, Aaron Cavosie, mengatakan bahwa reidite memulai hidup sebagai mineral-sirkon yang jauh lebih umum dan hanya berubah menjadi reidite selama tekanan benturan.

"Menemukan reidit di Woodleigh cukup mengejutkan karena jauh lebih langka daripada berlian atau emas, meskipun sayangnya tak berharga," katanya.

Penemuan Mengarah ke Penemuan Lain

Penemuan ini mengindikasikan bahwa Kawah Woodleigh mungkin jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya dan bisa mengungkap lebih jauh, yakni sebagai kawah benturan terbesar di Australia.

Woodleigh telah lama terkubur di bawah batuan sedimen yang lebih muda, sehingga ukurannya belum diketahui dan tetap hangat diperdebatkan.

Penelitian sebelumnya memperkirakan kawah itu memiliki diameter antara 60-120 km.

Jika Woodleigh ditemukan memiliki diameter lebih dari 100 kilometer itu akan diklasifikasikan sebagai kawah benturan terbesar di Australia.

"Tidak ada banyak kawah cekungan sirkuler di Bumi yang lebih besar dari 100 km," kata Dr Cavosie.

"Signifikansinya adalah bahwa sekali diameter mereka bisa jauh lebih besar dari 100 km, mereka tergolong benturan yang cukup besar untuk menyebabkan kepunahan massal dan memengaruhi evolusi biologis."

"Misalnya, kawah benturan besar di Meksiko yang berkontribusi menyebabkan kematian dinosaurus 65 juta tahun lalu berdiameter 180 km."

"Yang satu itu bahkan tidak (berukuran) dua kali lebih besar dari yang mungkin dimiliki Woodleigh."

Penemuan Terbengkalai 20 Tahun

Penemuan ini terjadi setelah tim peneliti mengebor sampel inti dari pusat kawah, di wilayah yang dikenal ahli geologi sebagai pusat pengaruh.

"Pusat pengaruh adalah target yang diinginkan untuk belajar tentang kondisi benturan," kata Dr Cavosie.

"Mereka membawa batu yang sangat rusak lebih dekat ke permukaan dan dalam beberapa kasus dikaitkan dengan target eksplorasi."

Dr Cavosie mengatakan, penemuan itu terjadi secara kebetulan oleh salah satu siswa kehormatannya, Morgan Cox.

"Morgan bekerja pada beberapa proyek yang berbeda untuk tesisnya," katanya.

"Dalam hal ini kami memutuskan untuk meneliti mineral sirkon dan bagaimana ia merespons tekanan tinggi yang diciptakan selama benturan meteorit."

"Hal yang gila adalah inti bor telah mangkrak di gudang utama Survei Geologi Australia Barat selama hampir 20 tahun sebelum kami memeriksanya dan mengidentifikasi bahwa ada kandungan reidite (mineral)."

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Penemuan Berharga

Dr Cavosie mengatakan, jumlah reidite yang telah ditemukan di seluruh dunia sangat kecil sekali.

"Saya tebak bahwa seluruh reidite yang dilaporkan dalam sejarah geologi jumlahnya muat di bawah kuku jari Anda," katanya.

"Ini seperti -hal-hal yang memiliki nilai selain dalam mata uang, reidite tidak ada nilai komersialnya."

"Tapi dari sudut pandang ilmiah, itu adalah mineral yang tak ternilai, dalam hal mineral itu memungkinkan Anda untuk memahami tentang gambaran yang lebih besar."

Associate Professor dari Monash University, Andy Tomkins, mengatakan reidite hanya bisa ditemukan di permukaan Bumi.

"Anda tak akan menemukannya di tempat lain," katanya.

"Bahkan meteorit tak memilikinya terlepas dari fakta bahwa mereka penuh dengan tanda-tanda benturan karena tak ada benturan yang cukup besar di antara asteroid yang berbeda."

"Harus ada tekanan yang cukup tinggi untuk membentuk reidite, jadi itu hanya bisa terbentuk di kawah benturan dengan ukuran tertentu."

Artikel Selanjutnya
NASA: Sangat Kecil Kemungkinan Asteroid Menghantam Bumi pada 2019
Artikel Selanjutnya
10 Mitos Sains yang Terlanjur Dipercaya, Padahal Salah Total