Sukses

Buron 5 Hari, Dokter Bumbum Ahli Pembesaran Bokong Brasil Akhirnya Ditangkap

Liputan6.com, Rio de Janeiro - Polisi Brasil telah menangkap dokter spesialis bedah plastik terkenal, Denis Cesar Barros Furtado, yang buron sejak seorang pasiennya meninggal setelah mendapat suntikan untuk membesarkan bokong.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Sabtu (21/7/2018), Furtado dikenal sebagai Dokter Bumbum, istilah pergaulan di Brazil untuk menyebut bokong. Furtado ditangkap pada Kamis, 19 Juli lalu di sebuah kompleks perkantoran di kawasan Barra de Tijuca, Rio de Janeiro, Brasil.

Polisi mengatakan, Furtado melakukan operasi plastik di rumahnya pada Sabtu 14 Juli 2018 untuk membesarkan bokong manajer bank Lilian Calixto.

Calixto jatuh sakit sewaktu operasi dan dilarikan Furtado ke rumah sakit terdekat. Sayang dia tidak tertolong dan beberapa jam kemudian meninggal dunia.

Polisi mengatakan sebab pasti kematian Calixto belum diketahui.

Furtado menghilang setelah mengantar Calixto ke rumah sakit Brasil. Seorang hakim kemudian mengeluarkan surat perintah untuk menangkapnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Ratu Kecantikan Tewas

Kasus kematian tragis akibat prosedur kecantikan menimpa ratu kecantikan dari Duran, Ekuador. Gadis bernama Catherine Cando itu tewas mengenaskan usai menjalani prosedur sedot lemak (liposuction) yang merupakan hadiah dari ajang kontes tersebut.

Model glamor itu memenangi gelar Queen of Duran pada Oktober 2014. Sebagai kompensasinya, ia mendapatkan sebuah mobil baru, tablet pintar, dan pengobatan bedah kosmetik gratis.

Awalnya, remaja 19 tahun itu menunda menjalani perawatan kosmetik karena merasa tak membutuhkannya. Tapi akhirnya ia menyerah tak lama setelah memenangkan gelar tersebut.

"Aku menjauhi bedah kosmetik. Saat merasa lebih gemuk, aku memilih olahraga untuk menurunkan berat badan," kata Cando saat penobatan sebagai ratu kecantikan seperti dikutip dari News.com.au.

Namun pendiriannya melemah, Cando akhirnya memutuskan untuk menggunakan hadiah bedah kosmetik itu. Sekitar 3 bulan setelah ia dianugerahi gelar Queen of Duran.

"Sebelum menjalani operasi, ia kerap dibujuk banyak ahli bedah. Tapi kala itu pendiriannya keras, dan terus berkata: tidak," ujar kakak laki-laki Cando, Daniel Zavala.

"Dia bahkan berpikir untuk memberikan treatment itu sebagai hadiah untuk orang lain. Tapi akhirnya dia setuju menjalaninya, meski 'menelan ludahnya' sendiri," tutur Zavala.

Kini sang ratu kecantikan sudah tiada. Ahli bedah yang melakukan prosedur gagal itu dilaporkan telah ditangkap. Dengan tuduhan melakukan kelalaian yang menyebabkan pasien meninggal di meja operasi ketika selama prosedur sedot lemak.