Sukses

Pusaran Air Raksasa di Danau Amerika Serikat, Portal Menuju Neraka?

Liputan6.com, California - Sejumlah perenang dibuat takjub dengan penampakan sebuah pusaran air raksasa yang muncul di tengah danau di Amerika Serikat.

Mereka lantas mempertanyakan apakah itu kolam pusaran gaib atau portal ke neraka, saat lubang misterius tersebut muncul di Danau Berryessa di California, demikian dilaporkan The Sun yang dikutip Selasa (6/3/2018).

Namun, meski terlihat seperti fenomena alam, pusaran air raksasa yang disebut gerbang menuju neraka tersebut sebenarnya adalah sebuah struktur buatan manusia yang dikenal sebagai glory hole.

Struktur tersebut digunakan untuk menyediakan pelepasan arus yang dikendalikan dari bendungan atau tanggul ke daerah hilir, biasanya di dasar sungai yang dibendung itu sendiri. Corong itu digunakan untuk mengeringkan danau agar tidak meluap.

Danau di California itu bisa menampung hingga 1.970 liter air sebelum kelebihan dan mulai mengalir ke saluran yang awalnya dikira pintu ke neraka tersebut.

Glory hole danau beroperasi seperti penyumbat di bak mandi raksasa dan mengalirkan air berlebih.

Berikut ini rekaman pusaran air raksasa yang disebut portal menuju neraka itu:

2 dari 2 halaman

Menelan Korban

Di balik keunikannya, glory hole di Danau Berryessa California memiliki sejarah kelam.

Pada 1997, perenang bernama Emily Schwalek meninggal akibat tersedot ke bagian bawah pusaran air glory hole. Awalnya wanita 41 tahun itu terlihat berenang menuju lubang menganga dan menghabiskan 20 menit berpegangan di tepian sebelum akhirnya tersedot.

Tahun lalu, waduk Danau Berryessa mencapai kapasitas penuh untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, menyebabkan meluap yang meluas.

Lubang raksasa tersebut mirip dengan yang dimiliki Portugal yaitu Covao do Conchos, corong lain buatan manusia yang digunakan untuk mengeluarkan kelebihan air dari danau. Lokasi tersebut kemudian juga menjadi daya tarik wisata.

Greget, Pria Makan Buah Naga dalam Sekali Telan

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Kapal Induk Amerika Serikat Merapat ke Vietnam, Ada Apa?
Artikel Selanjutnya
Produsen Lokal Buka Suara soal Kebijakan Bea Impor Baja Trump