Sukses

Kepanikan Warga Jakarta Akibat Gempa Banten Disorot Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Gempa berkekuatan 6,1 SR menggoyang Jakarta dan sekitarnya. Gempa tersebut berpusat di Banten, Serang.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi, lindu tersebut terjadi pada pukul 13.34 WIB. Gempa tektonik itu terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan 6,1 SR (sebelumnya 6,4 SR) terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten pada kedalaman 61 km," jelas dia.

Dampak gempa bumi yang digambarkan peta tingkat guncangan (shakemap), BMKG menunjukkan bahwa guncangan paling dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI).

Meski pusat gempa berada di Samudera Hindia, getaran sempat dirasakan hingga ibu kota. Warga Jakarta yang sedang disibukkan dengan pekerjaan terpaksa menghentikan aktivitasnya untuk melakukan evakuasi.

Rupanya, kabar kepanikan warga Jakarta ini menyedot perhatian dunia. Terbukti dari beberapa artikel yang diangkat oleh situs berita internasional.

Dalam artikel bertajuk "Indonesia earthquake: Workers FLEE Jakarta offices as 6.1-magnitude quake rocks Java" situs Express.co.uk menulis bentuk kepanikan tersebut.

Banyak karyawan yang bekerja di gedung-gedung bertingkat harus melakukan evakuasi.

Rudy Togatorop (35), seorang karyawan di Kedutaan Chili mengatakan: "Kami merasa gempa hingga tiga sampai lima menit."

"Saat sedang duduk, saya merasa bangunan ini bergoyang. Tangga darurat tempat kami melakukan evakuasi sangat sempit dan saya khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Tak mau ketinggalan, media sekelas New York Times juga menulis artikel dengan tajuk "Offshore Quake Rattles Indonesia, Sending Jakarta Into a Panic".

Artikel itu memaparkan waktu kejadian yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIB dengan pusat gempa di Samudera Hindia. Meski demikian, New York Times mengabarkan bahwa tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Rasanya seperti ada bola raksasa terjatuh dan kami langsung keluar gedung," ucap Marcoen Stoop, seorang pengusaha asal Belgia yang bekerja di lantai 35 sebuah apartemen di Jakarta.

Media Inggris, Independent juga turut memberitakan kejadian ini. Menurut BMKG Indonesia, gempa itu tak berpotensi menimbulkan tsunami. Demikian ditulis dalam artikel berjudul "Indonesia earthquake: Powerful 6.0 magnitude quake strikes off coast of Java".

Media Inggris lainnya seperti The Sun menulis, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang dijuluki sebagai Ring of Fire -- cincin api.

Terdapat pula banyak gunung berapi yang masih aktif di sejumlah wilayah Indonesia dan kerap memicu gempa.

2 dari 2 halaman

Kondisi Kelistrikan Jakarta Aman

Manager Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Aries Dwiyanto mengatakan, setelah terjadi gempa pasokan listrik Jakarta ke pelanggan tetap normal.

"Tidak ada gangguan, pasokan aman," kata Aries, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Selasa.

Aries melanjutkan, pasokan listrik Jakarta dari berbagai pembangkit yang berada di sekitar tetap aman atau tidak ada kekurangan pasokan akibat gangguan dari guncangan gempa.

"Pasokan dari pembangkit enggak ada gangguan, tetap aman," tuturnya.

Menurut Aries, infrastruktur kelistrikan yang menyalurkan pasokan listrik ke pelanggan seperti tiang dan kabel listrik di sekitar Jakarta juga tidak ada yang mengalami kerusakan akibat gempa.

"Infrastruktur juga aman, tidak ada yang mengalami kerusakan," tutupnya.