Sukses

Respons Unik Toko Buku Atas Ucapan Negara 'Lubang Dubur' Trump

Liputan6.com, New York - Donald Trump kembali berulah dengan menyebut Haiti dan Negara-Negara Afrika berasal dari lubang dubur.

Pernyataan itu keluar dari mulut presiden AS kala menggelar pertemuan dengan para politisi dalam pertemuan bipartisan di Kongres AS membahas imigrasi.

"Kenapa kita memperbolehkan orang-orang dari negara-negara lubang dubur datang ke sini?" tanya Donald Trump menurut Washington Post yang mengutip dua petinggi yang hadir dalam pertemuan tertutup itu. Mereka yang hadir terperangah dengan ucapan sang presiden.

Gedung Putih tidak menyangkal bahwa Trump membuat pernyataan tersebut, sebagai tanggapan, malah mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa, "Presiden Trump memperjuangkan solusi permanen yang membuat negara kita lebih kuat dengan menyambut mereka yang dapat berkontribusi pada masyarakat kita, menumbuhkan ekonomi kita dan asimilasi ke dalam bangsa kita yang agung."

Uni Afrika pun berang. Mereka meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meminta maaf setelah dikabarkan menyebut negara-negara di Afrika sebagai "negara yang berasal dari lubang dubur".

Perwakilan diplomatik negara-negara Afrika yang berada di Washington DC juga mengungkapkan perasaan terkejut, cemas, dan kemarahannya. Mereka pun mengatakan bahwa pemerintahan Trump salah memahami Afrika.

Lilin Madame Tussauds Presiden AS Donald Trump dengan latar belakang gedung Kedutaan Besar AS yang baru di Nine Elms, London (12/1). Trump juga menyatakan ia tidak menyukai lokasi Kedutaan Besar AS yang baru. (AP Photo / Alastair Grant)

Tak sedikit netizen di media sosial marah dan menyebut Donald Trump adalah seorang rasis.

Namun, ada juga yang merespons ucapan Trump dengan cara unik. Salah satunya adalah sebuah toko buku di New York.

Toko buku Raugh Draft, di kawasan Kingston, negara bagian New York menggelar display buku-buku pengarang dari negara-negara yang disebut Trump lubang dubur.

"Writers from s##thole countries", atau "penulis dari lubang dubur", " demikian papan display dan sejumlah buku yang dipamerkan toko itu.

Dikutip dari Indy100 pada Minggu (14/1/2018), display itu lalu difoto dan dibagi Michele Filgate ke Twitternya dan langsung viral. Filgate adalah sorang penulis dan anggota bookcritics.

Kicauan Donald Trump Pertama pada 2018: Pakistan Penipu (SAUL LOEB / AFP)

"Saya tengah berada di sebuah toko buku keren, di Kingston NY, yang dikenal Rough Draft. Cek display mereka ini..."

"Ini keren banget. Gold!," kata akun Cori Cunningham.

Akun Rebecca Jane Brown berkata, "Aku sudah melihat foto ini kemarin, tanpa tahu konteksnya, dan kupikir sangat menghina. Namun, setelah melihat berita, aku jadi tahu. Keren banget toko buku ini!"

Namun, tak sedikit yang mengkritik postingan Filgate dan toko buku itu.

"Ada penulis dari Jamaika, Pakistan dan Afghanistan... dan mereka tidak disebut negara yang dimaksud Trump. Justru, dengan memajang penulis dari negara itu, seakan mendukung pernyataan Trump dan memperluas negara-negara yang dikenal banyak imigrannya," kata akun Andrea.

"Banyak orang anggap ini humor belaka, oke memang. Tapi saya merasa ide toko buku tak punya taste," ucap akun MT Matter.

Akun Mugabi Turya mengatakan, "Ini sama saja setuju sama Trump. Ironis. Aku tak akan masuk ke toko itu sambil bawa anak. Bahkan, ketika toko itu berdalih niatnya bagus, tapi aku merasa kesal saja. "

Sementara itu, toko buku tidak berkomentar terkait postingan Filgate yang viral terkait respons mereka terhadap Donald Trump. Dan tiap akhir pekan mereka tutup.

1 dari 2 halaman

Donald Trump Sebut Negara-Negara Ini Berasal dari 'Lubang Dubur'

Bukan Donald Trump jika tak ada kata kontroversial keluar dari mulutnya. Kali ini, Presiden AS itu menyebut, Haiti dan negara-negara Afrika berasal dari 'lubang dubur' dalam pertemuan dengan anggota kongres AS.

"Kenapa kita memperbolehkan orang-orang dari negara-negara lubang dubur datang ke sini?" tanya presiden menurut Washington Post yang mengutip dua petinggi yang hadir dalam pertemuan tertutup itu.

Dikutip dari New York Post, pada Jumat 12 Januari 2018, para politisi dalam pertemuan bipartisan di kongres AS yang hadir terperangah dengan pernyataan Donald Trump itu.

Donald Trump menolak rencana AS untuk memulihkan perlindungan bagi imigran dari Haiti, El Salvador dan negara-negara Afrika. Sebaliknya, dia mendukung Amerika Serikat harus membawa lebih banyak orang dari negara-negara seperti Norwegia, Washington Post melaporkan.

Gedung Putih tidak menyangkal bahwa Trump membuat pernyataan tersebut, sebagai tanggapan, malah mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa, "Presiden Trump memperjuangkan solusi permanen yang membuat negara kita lebih kuat dengan menyambut mereka yang dapat berkontribusi pada masyarakat kita, menumbuhkan ekonomi kita dan asimilasi ke dalam bangsa kita yang agung."

Ini bukan pertama kalinya Donald Trump menghina Haiti. Tahun lalu, setelah mengumumkan bantuan untuk negara itu, dalam sebuah pertemuan di Oval Office, Trump menyebut orang Haiti "semuanya menderita AIDS".

Tak hanya itu, Donald Trump juga pernah mengatakan, imigran Nigeria tidak akan pernah "kembali ke gubuk mereka" jika diizinkan masuk ke AS. Namun, Gedung Putih dengan keras membantah laporan tersebut.

Artikel Selanjutnya
Bintang Porno Diberi Rp 1,7 M untuk Bungkam Skandal dengan Trump?
Artikel Selanjutnya
Disebut 'Lubang Dubur', Uni Afrika Tagih Maaf dari Donald Trump