Sukses

6 Penampakan Aneh di Google Earth yang Bikin Ilmuwan Bingung

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak hal aneh dan misterius di muka Bumi. Beberapa di antaranya baru terungkap keberadaannya lewat foto yang diambil dari angkasa. Salah satunya lewat program Google Earth.

Tak hanya orang biasa yang dibuat bingung karenanya, para ilmuwan cerdas pun tak sanggup memecahkan misteri di balik penampakan aneh yang ditangkap di Google Earth. Alternatif jawaban yang diberikan para ahli seringkali tak memuaskan.

Berikut 6 penampakan aneh di Google Earth yang bikin bingung para ilmuwan, seperti dikutip dari TheRichest, Jumat (22/12/2017):

1. Badlands Guardian

Saat penampakan ini tertangkap Google Earth, orang-orang pun heboh karenanya.

Penampakan tersebut diambil dari Walsh, Alberta, Kanada. Sejumlah orang menganggapnya sebagai gambaran kepala suku Indian. Situs tersebut pun kemudian diberi nama "The Badlands Guardian".

Dari sejarahnya, sebelum kedatangan Bangsa Eropa khususnya Inggris, bahkan sebelum bangsa Viking, seluruh Amerika Utara adalah wilayah milik Penduduk Asli Amerika, Native American.

Belum jelas apakah penampakan tersebut buatan manusia atau terbentuk secara alami.

Banyak ilmuwan mengatakan, itu adalah fenomena alam belaka. Sementara, gambaran kepala suku Indian adalah akibat dari efekpareidolia, fenomena psikologis yang cenderung mengenali bentuk akrab dalam gambar acak atau samar. Namun, tak semua puas dengan jawaban tersebut.

2 dari 6 halaman

2. Piramida di Antarktika?

Perubahan iklim yang memicu pemanasan global menguak keberadaan objek misterius di Antarktika. Bentuknya mirip piramida.

Google Earth mengabadikannya pada tahun 2016. Sejumlah spekulasi pun berseliweran. Ada yang menganggapnya sebagai kota kuno yang terkubur salju.

Namun, para ilmuwan mengatakan, itu adalah formasi alami Bumi. Meski demikian sejumlah ahli dan sejarawan mengatakan, Antartika tak selalu beku. Wilayah Kutub Selatan konon mirip Selandia Baru.

Pada masa lalu Bumi hanya memiliki satu benua super (supercontinent), Pangaea yang kemudian membentuk formasi benua yang ada hingga saat ini. Sejumlah ahli berpendapat masuk akal ada struktur buatan manusia yang ada di sana dan membeku oleh waktu.

Pendapat netizen pun terbelah. Ada yang mengiranya sebagai piramida buatan manusia, bahkan UFO. Para penganut teori konspirasi bahkan memosting rekaman di situs berbagi video, di mana mereka mengklaim Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry yang konon untuk mengunjungi markas alien yang ada di dalam piramida.

Lainnya, yakin, itu formasi alam belaka. Misalnya Gordon Anderson. "Aku menghabiskan banyak waktu di pegunungan yang ditutupi salju, meluncur di permukaannya. Dan menurutku, penampakan seperti itu alami, bukan buatan manusia," kata dia seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (23/11/2016).

3 dari 6 halaman

3. 'Gerbang Neraka'

Struktur batu kuno itu berusia ribuan tahun, jumlahnya sekitar 400 buah, letaknya jauh di tengah gurun Arab Saudi. Desainnya yang mirip gerbang, terkuak dari analisis foto satelit Google Earth yang dilakukan peneliti dari University of Western Australia, David Kennedy.

Dari udara, penampakannya mirip gambar gerbang tradisional seperti yang kerap ditemukan di ladang-ladang petani. Hingga saat ini, para arkeolog masih mencari tahu, siapa dan untuk apa struktur batu itu dibuat.

Apalagi, lokasinya mengarah ke sebuah kubah lava kuno di area vulkanik (volcanic field) Harrat Khaybar, yang berada di utara Madinah.

Diduga, saat dinding batu itu didirikan, kubah lava tersebut masih aktif -- dengan lava basaltik dan asap beracun. Itu mengapa, struktur kuno tersebut dijuluki "gerbang neraka".

Seraca periodik, lava panas yang tumpah bisa mengalir ke sisi kubah dan turun ke bawah, menciptakan "kolam" larutan magma. Diduga karena itulah, dinding dari batuan kasar didirikan.

"Identifikasi, pemetaan, dan interpretasi terkait penanggalan dalam urutan pengerjaan -- itu mungkin penjelasan awal yang kami dapatkan mengenai struktur tersebut. Namun, belum diketahui apa tujuannya dibangun di ladang lava yang suram, tak ramah untuk ditinggali, dengan sedikit air dan tumbuhan," kata Profesor David Kennedy, seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (21/10/2017).

Atau dengan kata lain, untuk apa orang pada masa lalu susah-susah membangun sesuatu di lokasi yang tak layak dihuni manusia?

4 dari 6 halaman

4. Kolam Potassium

Google Earth menangkap penampakan sebuah kolam berbentuk aneh di sebuah area di Amerika Serikat.

Situs tersebut dijuluki Potassium Pools. Ilmuwan yang sebelumnya dipaksa berpikir keras akhirnya menemukan jawaban.

Dulu, seluruh Bumi nyaris ditutupi lautan. Endapan potassium (kalium) ditemukan di daerah yang terendam.

Ketika lautan purba menguap, kristal garam potassium terbentuk, membentuk danau kalium besar.

5 dari 6 halaman

5. Monster

Foto udara yang diambil Google Earth mengagetkan banyak orang. Sejumlah orang pun menduga, itu bayangan tersebut adalah bukti keberadaan monster air mirip ular di Teluk Okie, Selandia Baru.

Namun, seperti dikutip dari metabunk.org, gambar tersebut bisa jadi adalah jejak yang ditinggalkan kapal cepat.

6 dari 6 halaman

6. Noktah Hitam di Himalaya

Kantega adalah pegunungan di Himalaya. Tingginya mencapai 22.251 kaki.

Google Earth mengabadikan penampakannya dari udara. Namun, orang dibuat bingung dengan keberadaan noktah hitam berukuran besar di puncaknya.

Noktah itulah yang bikin bingung banyak orang. Apalagi, sejumlah orang yang pernah mendaki daerah tersebut tak menemukan hal aneh di sana.

Spekulasi pun merebak. Banyak orang yang mengaitkannya dengan UFO.

Namun, seperti dikutip dari Daily Star, alasan penampakan Pegunungan Kangtega diblur karena sengketa