Sukses

Mahasiswa Australia Pamerkan Kemampuan Mainkan Gamelan Bali

Liputan6.com, Canberra - Sejumlah mahasiwa dari jurusan musik di Australian National University (ANU) memamerkan kemampuan mereka dalam memainkan gamelan Bali melalui pagelaran bertajuk "ANU Gamelan Mini-Concert".

Kegiatan yang digelar di Balai Kartini, KBRI Canberra tanggal 27 Oktober 2017 itu, disaksikan oleh depan Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo, diplomat Indonesia dan staf KBRI Canberra, serta mahasiswa ANU.

Seperti keterangan media yang Liputan6.com peroleh dari KBRI Canberra, sejumlah nada-nada sulit seperti Tabuh Godeg Miring, Tabuh Topeng Keras dan Tabuh Gilak, telah mereka mainkan secara apik. Tepuk tangan pun menggema seusai mereka tampil.

Sebelum mementaskan konser gamelan tersebut, para mahasiswa ANU telah berlatih secara rutin di KBRI Canberra selama beberapa bulan di bawah bimbingan I Gede Eka Riadi, pelatih gamelan dari KBRI Canberra.

Mahasiswa Studi Kawasan ANU tingkat kedua, Sarah Binney, mengaku awalnya kesulitan belajar gamelan Bali. Namun berkat ketekunannya berlatih, ia mengaku lebih mudah memainkan iringan gamelan.

"Saya ingin terus mengasah kemampuan bermain gamelan Bali", ujar mahasiswi asal Sydney yang sudah tujuh tahun belajar Bahasa Indonesia dan akan tinggal di Salatiga tahun depan tersebut.

Hal yang sama disampaikan salah satu rekannya, Ben Chinnoy. Menurut Ben, gamelan Bali sangat unik dan sangat menarik untuk dipelajari. Mahasiswa ANU itu bahkan berniat belajar langsung ke Bali guna memperdalam kemampuannya bermain gamelan.

 

2 dari 2 halaman

Banjir Pujian

Dekan Fakultas Musik ANU, John Mackay, yang menyaksikan konser para anak didiknya, memberikan apresiasi dan tak sanggup menyembunyikan kebanggaannya. Sementara itu, Dubes Kristiarto yang secara khusus hadir dalam pertunjukan tersebut juga memuji penampilan itu.

"Penampilan mahasiswa Australia dari ANU dalam memainkan musik gamelan Bali sungguh luar biasa. Saya sangat terkesan. Melalui pertunjukan ini diharapkan gamelan Bali dapat semakin terkenal di seluruh Australia," ujar Dubes Kristiarto.

"Melalui musik gamelan, Anda dapat menjadi duta Indonesia untuk lebih memperkenalkan tentang Indonesia", imbuh diplomat senior yang sebelumnya pernah menjadi Dubes RI di Manila itu.

Usai melakukan pertunjukan di KBRI Canberra, para mahasiswa ANU ini kembali akan menggelar konser yang sama tahun depan di kampus mereka dan juga di tempat-tempat lain.

Hal tersebut ditegaskan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Imran Hanafi, yang menggagas konser mini tersebut. Menurutnya, pertunjukan itu sangat penting dilakukan karena merupakan salah satu upaya yang efektif untuk mendekatkan masyarakat kedua negara.

"Beberapa mahasiswa ANU lainnya yang menyaksikan konser tadi bahkan ingin ikut latihan gamelan Bali," ujar Hanafi.

Usai menggelar konser mini, Dubes Kristiarto mengajak mahasiswa ANU bersama Dekannya untuk melihat gamelan Jawa dan alat musik tradisional Indonesia lainnya, yakni angklung dan kolintang, di Rumah Budaya Indonesia di KBRI Canberra.

Loading