Sukses

Katak Mini Seukuran Kuku Ditemukan di India

Liputan6.com, Kerala - Empat katak jenis baru yang memiliki ukuran sangat kecil, bahkan bisa duduk di kuku, ditemukan di hutan-hutan India belum lama ini. Di antara katak terkecil di dunia, hewan amfibi ini tinggal di lantai hutan dan memiliki insect-like calls atau bersuara seperti serangga di malam hari.

Selain jenis dengan berukuran mini, tiga spesies yang lebih besar juga ditemukan. Total tujuh katak malam ditemukan di Ghats Barat. Pegunungan yang membentang paralel di sepanjang pantai barat India, rumah bagi ratusan tanaman dan hewan yang terancam punah.

Para ilmuwan menemukan spesies baru itu setelah beberapa tahun melakukan eksplorasi di Hutan Kerala dan Tamil Nadu.

Profesor SD Biju dari Universitas Delhi -- yang memimpin penelitian sejauh ini -- telah menemukan lebih dari 80 spesies baru amfibi dari India.

"Lebih dari 32%, yang merupakan salah satu dari sepertiga spesies katak di Ghats Barat sudah terancam punah," kata Profesor Biju.

"Dari tujuh spesies baru yang ditemukan, lima di antaranya menghadapi ancaman antropogenik dan memerlukan prioritas konservasi segera."

Dr Laurence Jarvis, kepala konservasi di yayasan di Inggris, Froglife, mengatakan temuan itu signifikan secara global.

"Wilayah yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati ini mengandung banyak spesies amfibi unik, dan daerah itu terancam akibat meningkatnya gangguan manusia," jelas Dr Jarvis.

"Penemuan spesies baru akan meningkatkan pemahaman kita tentang prioritas konservasi untuk amfibi di wilayah tersebut," tambah Dr Jarvis.

Hasil penelitian ini juga diterbitkan dalam PeerJ.

Salah satu katak terkecil terbaru di atas koin. (BJ Sidu)

Katak Malam

Para peneliti mengatakan, amfibi temuan mereka termasuk ke dalam jenis katak malam.

Kelompok katak malam, Nyctibatrachus, sebelumnya memiliki 28 spesies yang sudah terdaftar. Tiga di antaranya berukuran sangat mini, kurang dari 18 mm.

Spesies baru ini diidentifikasi melalui studi DNA, ciri-ciri fisik dan pola insect-like calls.

Kelompok katak itu asli dari Ghats Barat India, mewakili keluarga kuno yang muncul 70-80 juta tahun lalu.

Sebagian besar katak jenis baru itu hidup di luar habitat yang dilindungi atau dekat dengan daerah tempat tinggal manusia.

"Katak kecil ini dapat duduk dengan nyaman pada koin atau kuku," kata Sonali Garg dari University of Delhi, yang merupakan salah satu tim penemu spesies baru tersebut.

"Kami terkejut menemukan bahwa hewan ukuran mini ini sebenarnya melimpah dan cukup umum secara lokal," imbuh Garg.

"Mereka mungkin terabaikan oleh para peneliti karena ukurannya yang sangat kecil, habitat rahasia dan memiliki suara seperti serangga," tukas Garg.

 

Loading