Sukses

22 Siswa di Kolombia Kesurupan, Ulah 'Jelangkung'?

Liputan6.com, Quibdo - Sebanyak 22 orang siswa sekolah khusus perempuan di Choco, Kolombia, mengalami histeria atau dikenal dengan kesurupan massal ketika bermain 'Charlie Charlie'.

Kejadian yang menimpa siswa berumur 12 hingga 15 tahun itu sempat diabadikan melalui sebuah video. Dalam rekaman itu memperlihatkan korban 'kesurupan' berteriak dan menggeliat di lantai.

Mereka mengalami gejala yang sama berupa kejang-kejang saat bermain 'Charile Charlie'. Permainan tersebut merupakan versi modern papan Ouija atau di Indonesia serupa dengan Jelangkung.

Cara bermain Charlie Charlie adalah dengan menumpuk dua pensil di atas kertas yang bertuliskan 'ya' atau 'tidak'. Para pemain lalu mengajukan beberapa pertanyaan dan menunggu pensil bergerak sendiri -- yang diyakini digerakkan oleh arwah.

Permainan 'Charlie Charlie' (Octavio Ramos)

Menurut jaringan televisi Kolombia, Caracol, para siswa yang 'kesurupan' dibawa ke pusat medis Novita di mana mereka harus berada dalam pengawasan hingga pulih.

"Mereka datang sambil berteriak, bergumam tak jelas, berhalusinasi, dan mulutnya berbusa," ujar dokter bernama Jair Ruiz seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (13/7/2016).

Beberapa uji kesehatan pun dilakukan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan penyakit, keracunan, atau substansi yang membuat berhalusinasi. Namun tak lama setelah itu, para siswa pulih kembali dan organ vitalnya menunjukkan tanda-tanda normal.

Terkait dengan insiden tersebut, Wali Kota setempat, Deyler Camacho, meminta para warga untuk tetap tenang. Sementara itu pendeta merapalkan doa-doa untuk mengusir roh jahat.

Kejadian tersebut bukan kali pertama di mana siswa sekolah khusus perempuan Kolombia di bawa ke pusat kesehatan setelah mengalami gejala yang sama setelah bermain Charlie Charlie.

Seorang sosiolog, Robert Bartholomew, menjelaskan bahwa kesurupan massal sebenarnya merupakan histeria, yakni sebuah situasi yang biasanya dialami oleh kelompok kecil berikatan kuat yang mengalami delusi secara kolektif.

Pada 2015, 4 remaja dibawa ke rumah sakit di Tunja untuk menjalani perawatan dan diagnosa mengalami histeria massal.

Berikut video histeria massal yang dialami 22 siswi di Kolombia: