Sukses

10 Mitos dan Ritual Unik Jelang Ujian Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Ujian akhir nasional (UAN) merupakan momok yang begitu menakutkan bagi sebagian pelajar, orangtua, bahkan para guru.

Terkadang perasaan stres atau bahkan merasa tidak percaya diri kerap muncul pada para siswa karena UAN yang dihadapi jauh lebih sulit. Apalagi jika nilai UN dianggap paling menentukan kelulusan seorang siswa. 

Tekanan itulah yang membuat siswa menjadi stres karena harus belajar ekstra keras untuk mencapai hasil setinggi langit. Apakah itu dengan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah, pelajaran tambahan yang diadakan oleh guru di sekolah, maupun belajar kelompok dengan siswa lain.

Namun pada praktiknya, tak sedikit pula yang menempuh jalur tidak jujur agar bisa lulus, di antaranya mensontek, beli kunci jawaban, dan banyak lagi. Atau bahkan melakukan berbagai ritual-ritual aneh saat menjelang Ujian Nasional (UN).

Di Indonesia misalnya. Beberapa hari sebelum ujian dimulai, para siswa dan guru akan menggelar doa bersama, sungkeman, mencuci kaki para guru, rajin ibadah, dan banyak lagi.

Lalu seperti apa ritual unik lainnya yang dilakukan oleh para siswa di negara-negara Asia lainnya. Berikut ini 10 ritual saat menghadapi UN, seperti dilansir dari BBC.com, Rabu (2/2/2016):

1. Makan cokelat KitKat

Saat Ujian Akhir Nasional (UAN) tiba merupakan momok yang begitu menakutkan bagi sebagian pelajar, orangtua, bahkan para guru.(BBC.com)

 

Merupakan sebuah tradisi bagi para siswa di Jepang untuk makan katsudon sebelum atau saat ujian akan berlangsung.

Katsudon adalah makanan yang terdiri dari semangkuk nasi hangat dengan potongan daging yang digoreng tepung, dan tambahan telur di atasnya.

Bagi masyarakat Jepang, nama hidangan ini memiliki banyak kemiripan dengan kata "katsu" yang artinya menang. Dengan begitu para siswa meyakini bahwa katsudon membawa keberuntungan.

Sama halnya dengan cokelat KitKat -- yang diucapkan 'kitto katto' -- yang nyaris sama dengan kata 'kitto katsu' yang artinya 'pasti menang'.

Maka tak heran jika kedua makanan ini menjadi jimat keberunntungan bagi para siswa yang akan menghadapi ujian nasional.

2 dari 5 halaman

Apel Keberuntungan

2. Makan apel

Sebuah kantin di salah satu universitas di Hong Kong memiliki tradisi menjual berbagai hidangan yang terbuat dari apel bagi para mahasiswaya.(BBC.com)

 

Sebuah kantin di salah satu universitas di Hong Kong memiliki tradisi menjual berbagai hidangan yang terbuat dari apel bagi para mahasiswanya.

"Pengucapan apel dalam bahasa China adalah "ping quo" yang artinya keselamatan. Itu dipercaya bahwa para mahasiswa akan lulus ujian dengan nilai yang baik," kata Chong Wang, salah satu mahasiswa yang berasal dari Nanjing, China.

 

3. Tidak cuci rambut

Bagi kebanyakan orang, tidak mencuci rambut sehari sekali sudah seperti neraka. Namun di Korea Selatan, banyak yang berpikir mencuci rambut berarti membuat semua ilmu pengetahuan keluar.(BBC.com)

 

Bagi kebanyakan orang, tidak mencuci rambut sehari sekali sudah seperti neraka. Namun di Korea Selatan, banyak yang berpikir mencuci rambut berarti membuat semua ilmu pengetahuan keluar.

"Ada satu anak laki-laki di kelas kami yang tidak mencuci rambut sebelum ujian. Sehari-hari kami mengenalnya sebagai sosok pria yang sangat memperhatikan penampilan. Namun begitu ujian akan tiba, ia akan melakukan ritual itu," kata teman sekelasnya.

"Anda sudah pasti tidak ingin mendekatinya," lanjutnya.

3 dari 5 halaman

Potong Daging Panggang

4. Konsumsi kacang

Salah satu hidangan yang disediakan bernama SuperPass signature. Menurut kepercayaan sangat penting bagi para siswa makan daging babi kukus dengan kacang mete.(BBC.com)

 

Satu bulan sebelum ujian dimulai, para siswa di Hong Kong akan berkumpul melakukan serangkaian kegiatan yang tujuanya agar anaknya lulus ujian dengan nilai terbaik.

"SuperPass" atau "ging guo" namanya. Kegiatan ini biasanya dilakukan saat makan malam yang diadakan di sebuah restoran China.

Salah satu hidangan yang disediakan bernama SuperPass signature. Menurut kepercayaan sangat penting bagi para siswa makan daging babi kukus dengan kacang mete.

Karena kata kacang mete dalam bahasa Chia memiliki arti "ingin lulus" dan babi kukus artinya "keinginan untuk membuat perbedaan".

5. Potong daging

 

Di China, setiap orang memiliki giliran untuk mencoba memotong daging babi panggang menjadi 2 bagian.(BBC.com)

 

Di China, setiap orang memiliki giliran untuk mencoba memotong daging babi panggang menjadi 2 bagian.

Bagi mereka yang sukses melakukannya diduga saat mengikuti ujian akan lulus dengan nilai yang maksimal. Setelah itu akan dilanjutkan dengan acara makan kiwi.

Makan buah kiwi dalam bahasa China berarti mudah untuk lulus ujian.

6. Berdoa 

Di Asia Timur misalnya. Meski ada kalanya anak tidak ingin perhatian yang berlebihan dari orangtuanya, mereka akan tetap melakukannya.(BBC.com)

 

Perhatian orangtua pada sang anak saat tengah mengikuti ujian adalah hal terpenting.

Di Asia Timur misalnya. Meski ada kalanya anak tidak ingin perhatian yang berlebihan dari orangtuanya, mereka akan tetap melakukannya.

"Beberapa orangtua menunggu anak-anak mereka di luar aula ujian. Mereka berdoa agar mereka  lulus ujian," kata guru Korea Selatan Ji-Youn Jung.

"Ibuku dulu juga melakukan hal tersebut.  Tapi hasil tes saya ternyata sangat buruk," ungkapnya.

Saat 100 menjelang ujian, para orangtua di Korea Selatan akan datang dan berdoa di kuil Buddha setiap hari.

4 dari 5 halaman

Dilarang Makan Sup Licin

 7. Dilarang Makan Sup

Di Korea Selatan, tekstur sup rumput laut yang licin saat dimakan artinya Anda akan kehilangan semua ilmu pengetahuan yang dimiliki.(BBC.com)

 

Di Korea Selatan, tekstur sup rumput laut yang licin saat dimakan artinya Anda akan kehilangan semua ilmu pengetahuan yang dimiliki.

"Saat saya sedang mengikuti ujian atau wawancara, saya tidak akan mencoba memakannya. Tapi jika kebetulan memakannya tanpa saya sadari, saya tidak terlalu khawatir," kata Ji Youn.

Lain lagi dengan Chong Wang dari China. Ia mengatakan tradisi makan mie untuk sarapan di hari ujian artinya semuanya akan berjalan lancar.

8. Ngemil permen dan minum jus ayam

Orang Korea Selatan percaya dengan mengonsumsi gula saat ujian dapat memberikan dorongan energi.(BBC.com)

 

Orang Korea Selatan percaya dengan mengonsumsi gula saat ujian dapat memberikan dorongan energi.

Yeot adalah jenis permen dan pemanis tradisional khas Korea yang biasa dilapiskan pada bahan kue-kue. Yeot diperkirakan telah dibuat oleh masyarakat Korea sejak zaman kuno. 

Selain yeot, cemilan lain yang dibuat jus di Korsel adalah esens ayam. Cemilan yang satu ini diduga dapat memberikan dorongan pada otak Anda.

Mahasiswa di Malaysia, Hong Kong, Singapura dan China cenderung minum ini sementara sedang menghadapi ujian.

"Ini bukan tahayul. Saya minum esens ayam pada pagi hari saat mau ujian. Ini dapat membantu konsetrasi saya," kata Dylan Lee Soon Yoong, seorang mahasiswa Singapura di University College London.

5 dari 5 halaman

Celana Dalam Merah

 9. Memakai pakaian berwarna merah

Warna merah diyakini sebagai warna keberuntungan bagi masyarakat China. Jadi ide untuk memakai baju berwarna merah saat sedang ujian, banyak yang percaya itu akan mendatangkan keberuntungan.(BBC.com)

 

Warna merah diyakini sebagai warna keberuntungan bagi masyarakat China. Jadi ide untuk memakai baju berwarna merah saat sedang ujian, banyak yang percaya itu akan mendatangkan keberuntungan.

Seperti kata pepatah China mengatakan,"Apakah Anda mengenakan pakaian merah?"

"Beberapa orang mungkin akan menghindari memakai merah selama ujian. Karena di China, jika gagal dalam ujian akan mendapat nilai dengan tinta merah," kata Chong Wang memperingatkan.

 

10. Takut akan sistem penilaian kurva

The Bell Curve Allah atau sistem penilaian kurva adalah sistem yang biasa digunakan di universitas-universitas top di Asia. Seperti National University of Singapore dan Nanyang Technological University.(BBC.com)

 

The Bell Curve adalah sistem penilaian 'kurva lonceng' yang biasa digunakan di universitas-universitas top di Asia, seperti National University of Singapore dan Nanyang Technological University.

Bell Curve artinya penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan hasil ujian mahasiswa tapi juga berdasarkan hubungan antar mahasiswa di kelas. 

Jelang ujian -- yang teramat berat -- para mahasiswa berdoa di depan latar 'Bell Curve God' -- dewa imajiner agar lulus.

 

Loading