Sukses

Cerita Kurdi Selamatkan Remaja Swedia dari Cengkeraman ISIS

Liputan6.com, Mosul - Pasukan Kurdi di Irak berhasil menyelamatkan remaja putri Swedia dari cengkeraman ISIS. Ia ditawan kelompok teroris itu setelah dikelabui oleh pacarnya untuk kabur dari negaranya untuk jalan-jalan ke wilayah yang tengah bergejolak itu.

Perempuan itu menghilang dari rumahnya di Boras, Gothenburg timur pada Mei tahun lalu bersama pacarnya yang berusia 19 tahun dan diketahui adalah suporter ISIS. Saat itu remaja malang tersebut masih berusia 15 tahun dan tengah hamil. Menurut pihak Kurdi, ia melahirkan anak laki-laki pada November 2015.

"Pasukan kami telah menyelamatkan remaja 16 tahun minggu lalu di Mosul, utara Irak. Ia kini aman dan akan dikembalikan pulang," demikian menurut pernyataan Kurdi, seperti dilansir dari The Guardian, Selasa 23 Februari 2016. Namun, tak dijelaskan nasib bayinya.

 

Namun, juru bicara kementerian luar negeri Swedia mengatakan pihaknya tidak mengetahui kasus tersebut.

Pernyataan pasukan Kurdi juga menjelaskan bahwa pacar si remaja itu mengelabuinya untuk pergi ke Mosul.

"Ia kini berada di wilayah yang dikuasai Kurdi, dan kami memberikan pelayanan sesuai dengan hukum internasional. Remaja itu akan diserahkan ke keluarganya segera," lanjut pernyataan itu.

Bergabung ISIS pada 2015

Menurut radio Swedia, dua remaja itu ditangkap ISIS di Suriah pada Agustus 2015. Lalu remaja tersebut dibawa ke Mosul dan akan diserahakan ke keluarganya asal membayar 300 ribu kroner Swedia atau sekitar Rp 475 juta.

Cerita Kurdi Selamatkan Remaja Swedia dari Cengkeraman ISIS (Media Sosial/Reuters)

Laporan sebelumnya mengatakan keduanya pergi ke Suriah lewat Turki. Mereka lalu direkrut oleh sebuah grup yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda sebelum ditangkap ISIS di Aleppo.

Si pacar dipaksa untuk jadi tentara ISIS. Remaja putri itu berhasil menghubungi keluarganya di Swedia lewat telepon genggam, menjelaskan kalau ia ditahan di Aleppo bersama perempuan-perempuan lainnya.

Ia juga berkisah kepada keluarganya kalau ISIS memisahkan mereka berdua. Remaja itu takut dan ingin pulang. Tidak dijelaskan bagaimana ia bisa sampai di Mosul, yang jauhnya 643 kilometer dari Aleppo.

Ratusan warga Swedia dilaporkan pergi bergabung dengan ISIS. Menurut laporan polisi, lebih dari setengahnya berasal dari Gothenburg. Kota itu menjadi wilayah di Eropa yang paling berkontribusi banyak 'menyumbangkan' warganya kepada kelompok teroris tersebut.