Sukses

Bisnis Unik Sewa Kambing untuk Bersihkan Semak

Liputan6.com, Sydney - Adalah Elizabeth Larsen yang menjalankan bisnis bernama Herds for Hire atau Ternak Untuk Disewakan. Usaha itu sudah berjalan selama 4 tahun terakhir di Bega Valley, sekitar 330 km dari ibukota New South Wales, Sydney, Australia.

"Saat ini kami berada di peternakan Pambula Wetlands dan kami memiliki 30 kambing yang bekerja membersihkan blackberry dan semak lainnya." kata Larsen seperti dikutip dari Australia Plus, Rabu (21/10/2015).

"Ketika mereka melihat daun blackberry, kambing-kambing itu akan mengejar. Mereka sebenarnya bekerja bersama-sama. Ketika ada semak besar, kambing ini akan berjejer kemudian mendorong dan menarik semak blakberry itu ke bawah sehingga yang lain bisa mendapatkan daunnya."

"Mengagumkan melihat mereka bekerja bersama-sama untuk mendapatkan daun blackberry. Mereka juga memakan dahan tanaman itu, yang sebenarnya berduri."

Kambing-kambing ini digunakan oleh petani untuk membersihkan semak yang susah dijangkau oleh manusia.

"Kambing-kambing ini memiliki kemampuan unik. Mereka bisa menaiki tebing yang curam, atau masuk ke lembah yang dalam, dan mereka juga hanya memakan semak-semak saja."

Dibandingkan ternak lain, kambing dikenal sebagai binatang yang susah diatur.

"Semua orang tahu bahwa kambing itu susah diatur, sehingga kami harus mencari solusi untuk masalah ini." tutur Larsen.

"Kami kemudian membeli pagar dari Amerika Serikat. Pagar seluas 50 meter persegi yang bisa dipindahkan dengan cepat, sehingga kami bisa memasang di lokasi yang kami inginkan."

"Pagar ini dialiri listrik dan kambing adalah binatang yang cerdas, karena setelah satu dua kali kena setrum, mereka akan menghindari dari pagar."

Meski sudah mendapatkan pekerjaan dari seluruh distrik di kawasan tersebut, Larsen mengatakan bisnis mereka semakin berkembang bila mereka mampu memperluas jangkauan ke daerah tepian kota Sydney atau Wollongong.

"Yang ingin kami lakukan adalah memperbesar usaha, memiliki jumlah ternak lebih banyak. Kami sudah mendapat banyak tawaran," harap Larsen.

"Kami tidak bisa membawa kambing kami lebih dari 3,5 jam dari markas besar kami, jadi operasi mereka harus beroperasi dalam jarak tersebut. Namun kami sudah mendapatkan kemungkinan pelanggan di dekat Sydney."

Larsen mengatakan dia senang melatih kambing-kambing tersebut dan melakukan perjalanan bersama mereka.

"Sekarang saya memiliki mereka, dan bila ada pekerjaan, kami bisa membawa mereka pindah satu kilometer dan kambing ini dengan patuh mengikuti perintah," jelas Larsen. (Tnt)

Baca Juga:

Aksi Ratu Kecantikan Makan 50 Pangsit Udang dalam 3 Menit

CIA, Nazi... 7 Teori Konspirasi 'Aneh' yang Terbukti Benar