Sukses

Skandal Ceker Ayam yang Bikin Muntah Hebohkan China

Liputan6.com, Beijing - Skandal terkait makanan terjadi di China. Kali ini menimpa ceker ayam. Aparat merampas lebih dari 30 ribu ton kaki-kaki hewan unggas tersebut yang terkontaminasi hidrogen peroksida (H2O2)

Sebanyak 38 orang juga ditahan atas tuduhan memproduksi barang-barang yang tercemar itu. Sementara, 11 tersangka lainnya masih buron.

Gambar-gambar yang menyebar di situs sosial media Tiongkok menunjukkan, wadah-wadah besar berisi kaki ayam yang direndam dalam cairan yang menurut aparat adalah hidrogen peroksida -- zat kimia tak berwarna yang digunakan untuk sterilisasi dan pemutih.

Senyawa kimia itu, yang jika dikonsumsi bisa menyebabkan muntah dan masalah perut lainnya, diduga telah digunakan untuk membuat kaki ayam terlihat lebih putih dan bersih.

Laporan yang dimuat kantor berita resmi China, Xinhua mengatakan, barang tercemar itu kali pertama ditemukan di  Zhejiang, di timur Tiongkok. Penyelidikan lebih lanjut juga mengungkap, hidrogen peroksida digunakan di 9 pabrik lainnya di Jiangsu, Anhui, Henan, dan Guandong. Sejumlah produk kaki ayam merek terkenal juga terkontaminasi.

Kabar tersebut direspons pengguna internet China yang merasa jijik dan frustrasi. Komentar di akun situs mikroblog televisi negara CCTV mempertanyakan, "Masih adakah makanan China yang aman?

Lainnya menulis, "Kemarin aku makan benda itu banyak-banyak. Kini aku kepingin muntah."

Kaki ayam sangat populer di China, bahkan tersedia dalam bentuk kemasan. Dan bukan kali ini saja skandal terjadi.

Kaki Ayam Berusia 46 Tahun

Pada Mei 2013, polisi menggerebek sebuah gudang makanan ilegal di wilayah Guangxi, untuk membongkar jaringan bawah tanah yang membanjiri pasar bahan makanan China dengan kaki ayam, babat, dan leher ayam yang di bawah standar.

Di sana, mereka menemukan hal yang luar biasa menjijikkan, di antara 20 ton daging yang disimpan dalam gudang, ada tumpukan kaki ayam busuk berusia 46 tahun, dari tahun 1967 -- masa China masih dipimpin Ketua Mao, dan 22 tahun sebelum insiden Tiananmen.

Kepala keamanan setempat, Li Jianmin, kepada kantor berita Xinhua mengatakan, setelah menyelundupkan kaki ayam berusia beberapa dekade dari Vietnam ke China, sindikat itu membubuhkan bahan kimia, termasuk hidrogen peroksida dan pewarna putih, "untuk membunuh bakteri, memperpanjang tanggal kadaluwarsa" dan membuat ceker "terlihat putih dan besar". (Tnt)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.