Liputan6.com, Mogadishu- Dua konsultan yang bekerja untuk badan anti-narkoba Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tewas ditembak oleh pelaku misterius di Somalia. Keduanya ditembak saat baru turun dari pesawat yang tiba di Bandara Galkayo, Somalia.
Juru Bicara Badan Misi PBB untuk Somalia (UNSOM) Aleem Siddique mengatakan, 2 konsultan itu berjenis kelamin laki-laki. Ia menyatakan belum bisa merilis identitasnya sebelum mengetahui keluarga korban.
"Belum diketahui juga siapa yang melakukan penembakan ini," ujar Aleem, seperti dikutip Liputan6.com dari The Nation, Selasa (8/4/2014).
Perwakilan Khusus PBB untuk Somalia Nicholas Kay mendesak aparat setempat untuk mengusut kasus ini. Dia meminta polisi untuk menginvestigasi dan segera menemukan pelakunya.
"PBB akan tetap melanjutkan misi kemanusiaan di Somalia yang dilanda konflik internal bertahun-tahun," ujar Kay.
Presiden Prancis Francois Hollande mengonfirmasi bahwa salah satu konsultan PBB yang tewas itu adalah warga Prancis. Hollande mengutuk aksi tersebut sebagai 'pembunuhan pengecut' terhadap orang-orang yang bekerja demi masyarakat internasional, untuk perdamaian itu.
Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyatakan satu konsultan lainnya merupakan warga Inggris. "Keduanya bekerja untuk United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) guna membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Somalia."
Sejak terjadi perang saudara di Somalia pada 1991, PBB mengirimkan bantuan. Hingga kini, PBB terus memberikan bantuan untuk membantu warga dan menyelesaikan konflik. Namun kelompok bersenjata masih berkeliaran di negara tersebut, termasuk kelompok Al Shabaab, yang berafisiliasi dengan Al Qaeda.
Pada Juni 2013, bom mobil meledak di kompleks PBB, akibatnya 22 orang, termasuk staf PBB. Pada Februari 2014, iring-iringan mobil PBB diserang kelompok Al Shabaab. Akibatnya 7 warga tewas. Tak ada korban dari pihak PBB. (Yus Ariyanto)
Baru Turun Pesawat, 2 Konsultan PBB Tewas Ditembak di Somalia
Dua konsultan yang bekerja untuk badan anti-narkoba Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tewas ditembak oleh pelaku misterius di Somalia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/661112/original/al-Shabaab_2116583b.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi14 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon19 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4730763/original/060566700_1706668345-india_navy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347372/original/066995200_1789296781-AP17074277283268-1736848363.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309209/original/008505800_1785221042-926640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672457/original/071808200_1782712002-BuvbZKXmCxuDvK9JKM2ut69tifvbNlbjEjx02e4T.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258608/original/017707100_1781383005-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8256721/original/054991500_1781165547-20260611-wasit-terbaik-afrika-ditolak-masuk-as-jelang-piala-dunia-2026-apa-alasannya-940634.jpg)