Dukungan Internasional untuk Pemerintahan Siniora Mengalir

Situasi politik Lebanon masih menghangat, namun dukungan internasional terhadap pemerintahan Fuad Siniora terus mengalir. Liga Arab, misalnya, membujuk kelompok yang bertikai membangun pemerintahan bersatu.

Diterbitkan 17 Desember 2006, 07:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Beirut: Krisis politik yang mendera Lebanon belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Namun dukungan dunia internasional terus mengalir untuk pemerintahan Fuad Siniora. Dukungan terhadap Perdana Menteri Fuad Siniora ini salah satunya disampaikan organisasi Sosialis Internasional, Sabtu (16/12) kemarin.

Dalam sebuah pertemuan yang sengaja digelar untuk mengumpulkan dukungan terhadap pemerintah Lebanon, pemimpin SI menegaskan penting bagi lembaganya untuk mendukung penegakan kebebasan dan demokrasi di Lebanon.

Adapun sejak 1 Desember silam, Hizbullah bersama kelompok aliansi oposisi telah mengerahkan massa. Aksi ini bertujuan mendesak PM Siniora meletakkan jabatan [baca: Situasi Lebanon Memanas].

Sejauh ini Siniora menolak mundur dan terus menggalang dukungan internasional. Di antaranya dari negara anggota Liga Arab. Sementara Liga Arab membujuk kelompok yang bertikai untuk membangun sebuah pemerintahan bersatu di Lebanon. Hanya saja, Hizbullah selama ini gigih memperjuangkan sepertiga kursi di pemerintahan hingga memiliki otoritas untuk memveto kebijakan-kebijakan yang dinilai penting.

Sebenarnya, pihak pemerintah telah setuju untuk melanjutkan perundingan. Mereka pun mencoba menemukan resolusi atas krisis yang telah memperlebar jurang perpecahan. Walau demikian, tak serta-merta kesepakatan itu mutlak memuaskan keinginan Hizbullah dan pendukung Suriah.

Kemarin, situasi keamanan di Kota Beirut mulai tenang. Di bawah penjagaan ketat, pengunjuk rasa anti-Siniora masih bertahan di tenda-tenda yang didirikan di depan gedung pemerintahan. Namun di kawasan Chehim--bagian selatan Beirut, ribuan warga pendukung pemerintah melanjutkan aksi turun ke jalan yang kerap berlangsung dalam sepekan terakhir [baca: Massa Propemerintah Mengecam Pemimpin Hizbullah].(ANS)