Unjuk Rasa Antipemerintah Lebanon Berlanjut

Ratusan ribu massa pendukung oposisi Lebanon yang dimotori Hizbullah berunjuk rasa mendesak PM Fuad Siniora mengundurkan diri. Gejolak politik di Lebanon mendapat perhatian dari Liga Arab.

Diterbitkan 04 Desember 2006, 08:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.con, Beirut: Unjuk rasa antipemerintah terus bergulir di Lebanon. Ahad (3/12), ratusan ribu massa pendukung oposisi Lebanon yang dimotori Hizbullah mendesak Perdana Menteri Fuad Siniora mengundurkan diri. Pasalnya, Siniora dan kabinetnya selama ini dituding cenderung berpihak kepada Amerika Serikat [baca: Hizbullah Kembali Turun ke Jalan].

Demonstrasi sempat diwarnai bentrokan. Polisi menangkap sedikitnya 100 pengunjuk rasa karena bertindak anarkis, termasuk melempari jendela toko dan mobil. Untuk menghentikan kebringasan massa, polisi menembakkan gas air mata.

Desakan meletakkan jabatan tak membuat Siniora goyah. Ia justru tetap menggebu mempertahankan pemerintahannya. Sikap Siniora itu mendapat dukungan dari Dunia Arab sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal Liga Arab Amir Mousa. Pada dasarnya, Liga Arab tidak menghendaki Lebanon terseret ke dalam perang saudara. Karena itu, Liga Arab juga aktif mendorong langkah-langkah untuk mengakhiri krisis politik di negara itu.(BOG)