Israel Menduduki Dua Kota Lebanon

Meski berjanji menunda perluasan operasi militer karena menunggu perdebatan gencatan senjata di PBB, gempuran Israel belum berhenti. Kawasan Marjayoun dan Qlailah di selatan Lebanon diduduki.

Diterbitkan 11 Agustus 2006, 01:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Marjayoun: Serangan Israel ke wilayah Lebanon belum sepenuhnya berhenti. Sejumlah tank militer Israel merangsek ke wilayah Lebanon Selatan yang berjarak sembilan kilometer dari perbatasan pada Kamis (10/8). Dalam serangan ini tentara Israel menduduki kawasan Marjayoun dan Qlailah yang berpenduduk mayoritas Kristen di selatan Lebanon [baca: Israel Menyerang Perbatasan Lebanon-Suriah].

Selain menduduki dua kota di Lebanon, tentara Zionis juga melancarkan seribu tembakan meriam ke Kota Khiam, tempat berlangsungnya pertempuran darat dengan pasukan Hizbullah. Sementara helikopter Israel menembakkan roket ke mercusuar sekaligus menara televisi di tepi pantai Beirut.

Pesawat Israel juga menyebarkan selebaran memperingatkan warga Lebanon di Shiyah, Burj al-Barajneh, dan Hay al-Selom untuk segera meninggalkan rumah agar terhindar dari bom. Sementara serangan Israel di Kota Tir dan lembah Bekaa masing-masing menewaskan satu warga Lebanon.

Gencarnya serangan Israel ini makin meyakinkan pasukan Hizbullah bahwa keputusan menunda perluasan operasi militer hanya tipu daya tentara Zionis. Apalagi pertimbangannya demi menunggu hasil perdebatan mengenai resolusi gencatan senjata di Perserikatan Bangsa-Bangsa [baca: PBB Membahas Draf Gencatan Senjata Israel-Hizbullah].

Karena itu, Hizbullah tak tinggal diam. Dalam tayangan televisi Al-Manar, pemimpin Hizbullah Sheikh Hassan Nasrallah mengimbau warga Arab muslim yang bermukim di Haifa segera meninggalkan kota pelabuhan Israel itu. Pasalnya, Hizbullah akan menjadikan Haifa sebagai kuburan para zionis [baca: Hizbullah Siap Perang Terbuka].

Ancaman itu dibuktikan Hizbullah. Salah satu dari rentetan 70 roket yang diluncurkan telah menghantam sebuah rumah di desa Arab di Israel Utara, Deir al-Assad dan menewaskan dua orang. Satu di antaranya anak berumur di bawah lima tahun. Sheikh Hasan juga mendukung rencana pemerintah Lebanon mengirim 15 ribu pasukan ke perbatasan Lebanon untuk mendorong resolusi damai.(YAN)