Proses bersejarah itu berlangsung di bawah pengawasan ketat polisi Irak dibantu pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Aparat keamanan memasang barikade kawat berduri untuk mencegah serangan bom yang belakangan ini kian marak. Pemeriksaan ketat juga diberlakukan bagi setiap warga yang berada di lokasi pemungutan suara.
Meski demikian, aksi kekerasaan sempat terjadi di empat tempat pemungutan suara di Kota Baghdad. Ledakan bom menewaskan empat tentara Irak dan melukai enam warga sipil. Kekerasan memang kerap terjadi menjelang referendum. Sehari sebelumnya, para penentang referendum membakar Kantor Pusat Partai Islam Irak di Fallujah karena mendukung penuh rancangan konstitusi yang baru [baca: Jelang Referendum, Irak Diguncang Kekerasan].(TOZ/Wir)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/447233/original/161005alnirak2.jpg)