Jelang Referendum, Irak Diguncang Kekerasan

Kantor Pusat Partai Islam Irak di Fallujah dibakar para penentang rancangan konstitusi. Ribuan warga Syiah berunjuk rasa di kawasan Kazimiyah, Baghdad, Irak sebagai bentuk dukungan terhadap konstitusi baru.

Diterbitkan 15 Oktober 2005, 07:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Fallujah: Sehari menjelang penyelenggaraan referendum atau Jumat (14/10), aksi kekerasan masih menyelimuti Irak. Di Fallujah, para penentang rancangan konstitusi membakar Kantor Pusat Partai Islam Irak. Aksi ini dilakukan setelah partai tersebut mendukung penuh rancangan konstitusi baru. Mereka juga meledakkan bom di luar kantor partai tersebut di pusat Kota Baghdad, Irak.

Sementara itu, ribuan warga Syiah turun ke jalan-jalan kawasan Kazimiyah, Baghdad. Mereka menyatakan dukungan terhadap konstitusi baru dan menentang Partai Baath serta pasukan pendudukan Amerika Serikat. Kaum Syiah juga mendesak Liga Arab untuk menentukan sikap terhadap pemimpin Al-Qaidah Abu Musab al Zarqawi serta loyalis mantan Presiden Irak Saddam Hussain.

Aksi serupa dilakukan kaum Sunni. Mereka memanfaatkan salat Jumat untuk menggalang dukungan. Namun jemaah tak menggubris desakan ulama Sunni. Aksi ini digelar karena warga Sunni khawatir undang-undang baru akan memberi kekuasaan besar kepada warga Syiah yang menjadi mayoritas di Irak. Mereka menilai draf konstitusi berpotensi memecah Irak akibat memperebutkan lahan minyak [baca: Sehari Menjelang Referendum Konstitusi di Irak].

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Irak Iyad Allawi mengingatkan rakyat untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Irak. Sebab jika tidak, diperkirakan Negeri 1001 Malam itu akan kembali pada keadaan tak stabil secara politis yang imbasnya akan menunda penarikan mundur pasukan AS.(TOZ/Yes)