Satkorlak Nias Mengakui Distribusi Bantuan Tersendat

Sekretaris Satkorlak Sumut mengakui ada penumpukan bantuan dan meminta semua pihak ikut mengawasi distribusi. Di Kecamatan Idano Gawo, warga menerima beras ukuran kaleng susu kental manis.

Diterbitkan 06 April 2005, 00:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Gunung Sitoli: Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Sumatra Utara mengakui ada indikasi penumpukan pangan di beberapa titik birokrasi. "Dalam pergerakan [distribusi bantuan] mungkin ada kejadian seperti itu," kata Edy Saragih, Sekretaris Satkorlak Sumut, kepada SCTV di Gunung Sitoli, Selasa (5/4). Karena itu, dia meminta semua pihak ikut mengawasi penyaluran bantuan ke para korban gempa bumi di Nias.

Edy menambahkan, anggota Satkorlak selalu menggelar rapat evaluasi setiap jam 20.00 WIB. Namun, dia mengakui pihaknya tak bisa sendirian menyalurkan bantuan. "Kalau personel Satkorlak langsung ke desa, kan, nggak mampu," ujar dia.

Memang distribusi bantuan sangat menyedihkan. Di Kecamatan Idano Gawo, 47 kilometer dari Kota Gunung Sitoli misalnya. Bantuan sudah diterima warga di wilayah yang jalur transportasi rusak berat dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua ini. Namun, jumlah bantuan yang diterima sangat minim.

Seorang ibu menunjukkan kantong kresek kecil berisi beras ukuran satu kaleng susu kental manis yang diterima dari petugas. "Kata orang itu segini aja banyaknya," kata ibu ini. Padahal, ada enam kepala dalam keluarga ibu ini yang butuh makan. Kondisi ini sudah berlalu kurang lebih tujuh hari.

Ketua Palang Merah Indonesia Mar`ie Muhammad juga berpendapat distribusi bantuan untuk korban gempa di Nias kurang terkoordinasi. Akibatnya banyak warga di daerah terisolasi belum mendapat bantuan. Karena itulah, Mar`ie meminta pemerintah bergerak lebih cepat agar menjangkau daerah terpencil [baca: Distribusi Bantuan untuk Nias Kurang Terkoordinasi].

Sementara itu banyak warga dari Kota Gunung Sitoli dan berbagai daerah di Nias berusaha mendapatkan tiket kapal laut untuk pergi dari kawasan yang diguncang gempa bumi berkekuatan 8,7 skala Richter pekan silam itu. Banyak warga yang kebingungan karena belum mendapat kepastian soal tiket yang dicari di Pelabuhan Gunung Sitoli. Dengan demikian, mereka harus menunggu lebih lama lagi. Para korban gempa Nias mulai mendatangi Pelabuhan Gunung Sitoli sejak kemarin [baca: Warga Nias Menumpuk di Pelabuhan Gunung Sitoli].(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6