Suha Arafat Menuduh Sekelompok Politisi Palestina Berkhianat

Tuduhan Suha mengakibatkan Sekjen PLO Mahmoud Abbas, PM Palestina Ahmed Qurei, dan Menlu Palestina Nabil Shaath batal ke Paris untuk menengok Yasser Arafat. Ucapan Suha dianggap tidak berdasar.

Diterbitkan 09 November 2004, 02:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Paris: Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Mahmoud Abbas, Perdana Menteri Palestina Ahmed Qurei, dan Menteri Luar Negeri Nabil Shaath mendadak membatalkan kedatangan mereka ke Paris, Prancis, Senin (8/11) ini. Ketiga petinggi Palestina itu tersinggung dengan ucapan Suha Arafat, istri Yasser Arafat yang menuduh mereka akan berkhianat. Tuduhan itu diungkapkan Suha dalam sebuah wawancara di Stasiun Televisi Al-Jazzera.

Sedianya Mahmoud Abbas, Qurei, dan Nabil Shaath akan menengok Arafat yang tengah dirawat di Rumah Sakit Militer Percy, Clamart, Prancis, sejak Sabtu silam [baca: Arafat Belum Membaik]. Menurut Tayeb Abdul Rahim--pembantu dekat Arafat--Suha menuduh kunjungan para pembantu Arafat itu hanya untuk berkomplot menyingkirkan suaminya. Alhasil, Mahmoud Abbas Cs marah dan batal berangkat.

Dalam konferensi persnya, Tayeb menegaskan bahwa ucapan Suha tidak mewakili rakyat Palestina dan bakal berdampak terhadap rusaknya kepemimpinan kolektif Palestina. Suha juga dianggap otoriter dan ingin menjadi pengambil keputusan. Tayeb yakin jika Arafat mendengar perkataan istrinya pasti Presiden PLO itu akan membuat bantahan. Hal ini diyakini sebagai tanda pertama perpecahan di antara elite Palestina. Padahal sejak Arafat dirawat, para pembantunya tetap berusaha keras menyatukan bangsa Palestina.(KEN/Rcm)