Liputan6.com, Pasadena: Dunia ilmu pengetahuan memasuki babak baru dalam upaya mengeksplorasi Planet Mars. Sebuah robot penjelajah canggih milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), sekitar pukul 04.35 GMT atau pukul 11.35 WIB, Ahad (4/12), berhasil mendarat di permukaan Planet Merah dan mengirim sejumlah gambar.
Suasana tegang sempat mewarnai Ruang Laboratorium NASA yang menjadi pusat kendali misi eksplorasi ke Planet Mars di Pasadena, California, AS. Saat itu mereka tengah menantikan mendaratnya robot penjelajah buatan NASA bernama Spirit di permukaan Planet Mars. Spirit adalah rover beroda enam.
Sesuai harapan, delapan menit sebelum mendarat, parasut yang berfungsi menahan kerasnya hempasan berhasil mengembang. Spirit pun langsung mengirim sinyal bahwa pendaratan berjalan mulus. Namun, Spirit kemudian hilang kontak dengan pusat kendali. Delapan menit berikutnya, para kru menunggu dan akhirnya sinyal Spirit kembali muncul. Begitu sinyal muncul, teriakan gembira langsung membahana di ruang kendali. Para kru langsung bertepuk tangan dan berpelukan. Teriakan gembira dan kagum kembali terdengar ketika secara otomatis ketika Spirit mengirim sejumlah gambar suasana Planet Mars ke bumi.
Dalam proses pendaratan, wahana sebesar kendaraan golf itu membuka parasut dan menyalakan roketnya untuk mengurangi kecepatan jatuh yang mencapai 19 ribu kilometer per jam. Sesaat sebelum membentur permukaan Mars, ia mengembangkan bantalan udara pelindung yang berfungsi menghindarkan tubrukan langsung dengan permukaan keras. Bantalan udara tersebut akan memantulkan dan menggelindingkan rover beberapa kali sampai akhirnya berhenti di sasaran yang ditetapkan, yaitu di Gusev Crater, kawah raksasa yang diduga dulunya adalah danau luas.
Spirit bertolak dari bumi pada 10 Juni silam. Sedangkan robot penjelajah lainnya bernama Opportunity berangkat pada 7 Juli 2003 [baca: Peluncuran Pesawat NASA ke Mars Sukses]. Robot itu dijadwalkan mendarat pada 24 Januari mendatang. Menurut rencana, Spirit akan berada di Mars selama 90 hari. Dengan peralatannya yang canggih, Spirit akan menganalisis tanah dan bebatuan Mars.
Rover itu dilengkapi berbagai instrumen canggih untuk menyelidiki permukaan Mars. Spirit juga dilengkapi dengan instrumen-instrumen geologi canggih dan kamera-kamera mutakhir. Spirit dan Opportunity akan memiliki kemampuan penelitian lebih hebat dibanding wahana pendahulunya, Sojourner. Wahana berbobot sekitar 180 kilogram atau sekitar 17 kali berat Sojourner itu dalam sehari bisa menjelajahi wilayah yang dieksplorasi Sojourner selama tiga bulan, yakni sekitar 90 meter.
Sukses ini mengulang keberhasilan NASA saat mengirimkan robot penjelajah Pathfinder pada 1997. Berbeda dengan Pathfinder, Spirit dilengkapi teknologi yang lebih sempurna. Di antaranya delapan buah kamera yang dapat menampilkan visual yang tajam. Kedelapan kamera yang melengkapinya bakal menyediakan pemandangan Planet Merah dengan resolusi tinggi yang belum pernah dilihat siapapun. Sementara mesin penggali, mikroskop, dan spektrometernya akan difungsikan untuk mengungkap rahasia Mars yang tersimpan miliaran tahun; adakah kehidupan di sana?(ULF/Idr)
Suasana tegang sempat mewarnai Ruang Laboratorium NASA yang menjadi pusat kendali misi eksplorasi ke Planet Mars di Pasadena, California, AS. Saat itu mereka tengah menantikan mendaratnya robot penjelajah buatan NASA bernama Spirit di permukaan Planet Mars. Spirit adalah rover beroda enam.
Sesuai harapan, delapan menit sebelum mendarat, parasut yang berfungsi menahan kerasnya hempasan berhasil mengembang. Spirit pun langsung mengirim sinyal bahwa pendaratan berjalan mulus. Namun, Spirit kemudian hilang kontak dengan pusat kendali. Delapan menit berikutnya, para kru menunggu dan akhirnya sinyal Spirit kembali muncul. Begitu sinyal muncul, teriakan gembira langsung membahana di ruang kendali. Para kru langsung bertepuk tangan dan berpelukan. Teriakan gembira dan kagum kembali terdengar ketika secara otomatis ketika Spirit mengirim sejumlah gambar suasana Planet Mars ke bumi.
Dalam proses pendaratan, wahana sebesar kendaraan golf itu membuka parasut dan menyalakan roketnya untuk mengurangi kecepatan jatuh yang mencapai 19 ribu kilometer per jam. Sesaat sebelum membentur permukaan Mars, ia mengembangkan bantalan udara pelindung yang berfungsi menghindarkan tubrukan langsung dengan permukaan keras. Bantalan udara tersebut akan memantulkan dan menggelindingkan rover beberapa kali sampai akhirnya berhenti di sasaran yang ditetapkan, yaitu di Gusev Crater, kawah raksasa yang diduga dulunya adalah danau luas.
Spirit bertolak dari bumi pada 10 Juni silam. Sedangkan robot penjelajah lainnya bernama Opportunity berangkat pada 7 Juli 2003 [baca: Peluncuran Pesawat NASA ke Mars Sukses]. Robot itu dijadwalkan mendarat pada 24 Januari mendatang. Menurut rencana, Spirit akan berada di Mars selama 90 hari. Dengan peralatannya yang canggih, Spirit akan menganalisis tanah dan bebatuan Mars.
Rover itu dilengkapi berbagai instrumen canggih untuk menyelidiki permukaan Mars. Spirit juga dilengkapi dengan instrumen-instrumen geologi canggih dan kamera-kamera mutakhir. Spirit dan Opportunity akan memiliki kemampuan penelitian lebih hebat dibanding wahana pendahulunya, Sojourner. Wahana berbobot sekitar 180 kilogram atau sekitar 17 kali berat Sojourner itu dalam sehari bisa menjelajahi wilayah yang dieksplorasi Sojourner selama tiga bulan, yakni sekitar 90 meter.
Sukses ini mengulang keberhasilan NASA saat mengirimkan robot penjelajah Pathfinder pada 1997. Berbeda dengan Pathfinder, Spirit dilengkapi teknologi yang lebih sempurna. Di antaranya delapan buah kamera yang dapat menampilkan visual yang tajam. Kedelapan kamera yang melengkapinya bakal menyediakan pemandangan Planet Merah dengan resolusi tinggi yang belum pernah dilihat siapapun. Sementara mesin penggali, mikroskop, dan spektrometernya akan difungsikan untuk mengungkap rahasia Mars yang tersimpan miliaran tahun; adakah kehidupan di sana?(ULF/Idr)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/406773/original/040103cLnMars2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)