Hugo Chavez Kembali Berkuasa di Venezuela

Hugo Chavez kembali merebut Istana Kepresidenan Venezuela Miraflores setelah tiga hari silam digulingkan. Sebelum menginjakkan kaki, ribuan pasukan militer pendukung Chavez mengambil alih istana.

Diterbitkan 15 April 2002, 17:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Caracas: Pengaruh Hugo Chavez terhadap warga sipil maupun kelompok militer Venezuela ternyata masih kuat. Setelah digulingkan dari tampuk kepemimpinan Venezuela dengan tekanan militer dan kekuatan rakyat, Chavez kembali ke Istana Kepresidenan Miraflores di Caracas dan mengambil kendali negara, Ahad (14/4) siang waktu setempat. Langkah tersebut, mudah bagi Chavez, karena beberapa jam sebelumnya, 3.000 pasukan militer National Honor Guard --penjaga istana yang loyal kepada Chavez-- mengambil alih istana tersebut. Dalam pidatonya setelah kembali menginjakkan kaki di istana, Chavez menyatakan, menolak untuk mengundurkan diri dan menyerukan agar semua pihak bersatu dalam koalisinya.

Seperti diketahui, tiga hari silam, Chavez mengumumkan pengunduran dirinya dalam tekanan militer menyusul unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan berdarah di depan Istana Miraflores [baca: Presiden Venezuela Hugo Chavez Mengundurkan Diri]. Beberapa jam kemudian, Pedro Carmona Estanga dilantik sebagai pengganti Chavez [baca: Pedro Estanga Memimpin Venezuela Hingga Pemilu Digelar].

Namun, kekuasaan Carmona hanya bertahan 40 jam. Pasalnya, pada Ahad pagi, Pemimpin Parlemen Venezuela William Lara mengambil sumpah Diosdado Cabello sebagai Presiden interim Venezuela. Langkah pengangkatan Cabello ini dimaksudkan untuk meredam amarah pendukung Chavez yang terus berunjuk rasa di depan istana [baca: Massa Pendukung Chavez Berdemonstrasi di Caracas]. Kepemimpinan Cabello hanya bertahan beberapa jam saja.(ZAQ/Idr)