Seluruh Korban Kecelakaan Helikopter Sudah Dievakuasi

Enam korban tewas musibah helikopter milik Polda Sumbar ditemukan dengan kondisi sangat mengenaskan. Selain jumlah personel yang terbatas, beratnya medan serta guyuran hujan membuat evakuasi berjalan lambat.

Diterbitkan 03 September 2005, 18:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Padang: Enam jenazah penumpang helikopter yang jatuh di kawasan Bukit Sigirik, Taman Hutan Raya Bung Hatta, yang berjarak sekitar 20 kilometer arah timur Kota Padang, Sumatra Barat, Sabtu (3/9) pagi dievakuasi ke pos koordinasi di tempat itu. Semua korban ditemukan oleh tim Search and Rescue gabungan pada kemarin sore, setelah menempuh perjalanan selama delapan jam dengan menyusuri perbukitan dan hutan di lokasi kejadian. Adapun regu penolong terdiri dari personel Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumbar, TNI Angkatan Udara, dan Badan SAR Nasional.

Enam jenazah itu ditemukan berserakan di sekitar helikopter yang kondisinya sudah hancur berantakan. Jenazah pilot Komisaris Polisi Donny Hardono yang diduga terlempar dari pesawat, ditemukan di luar reruntuhan heli. Sedangkan lima korban lainnya tertumpuk dalam kondisi sangat mengenaskan. Upaya mengeluarkan korban dari lokasi kejadian membutuhkan waktu cukup lama mengingat dua korban terimpit reruntuhan heli.

Kesulitan sebenarnya sudah terasa sejak lokasi jatuhnya helikopter diketahui, yakni di puncak Bukit Sigirik. Meski sudah mengetahui lokasi kecelakaan, tim evakuasi beserta sejumlah wartawan kesulitan menembus hutan yang masih perawan itu. Guna mempermudah pencarian, regu penyelamat terpaksa harus membuka jalan baru untuk menuju lokasi. Selain menembus hutan belantara, rombongan ini juga harus melewati tiga sungai yang membelah kawasan tersebut. Beratnya kondisi medan sempat membuat tim SAR dan para wartawan, termasuk kamerawan SCTV tersesat selama dua jam di dalam hutan.

Kendala juga dialami saat mengevakuasi enam jenazah dari lokasi kecelakaan. Selain disebabkan jumlah personel yang terbatas, lokasi medan juga sangat berat dengan jalan nan terjal dan licin. Apalagi pada saat bersamaan juga turun hujan. Tim penyelamat akhirnya memutuskan menginap di tengah hutan dan melanjutkan evakuasi keesokan harinya.[baca: Korban Kecelakaan Helikopter Gagal Dievakuasi].

Sementara itu, siang tadi di kediaman Kompol Donny Hardono di Blok A Nomor 10, Kompleks Polisi Air dan Udara (Polairud) Pondok Cabe, Jakarta Selatan, sejumlah anggota keluarga masih menunggu kedatangan jasad almarhum. Menurut orang tua pilot ini, Pongky Suprapto, setelah disemayamkan di rumah duka dan Markas Polairud Polri, jenazah Donny akan dimakamkan di Bandung, Jawa Barat.

Almarhum yang lahir di Malang, Jawa Timur, meninggalkan seorang istri, Lita Handayani, dan dua orang anak, Rifki serta Rifi yang masih balita. Donny sebelumnya berdinas di Polairud Polri Pondok Cabe. Baru sebulan terakhir dia diperbantukan di Polda Sumbar. Sebelumnya, Donny pernah tinggal selama dua bulan di Polandia. Di sana, ia mempelajari jenis helikopter seperti yang digunakan saat terjadinya musibah.

Sedangkan kopilot Inspektur Dua Asep, hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Muhammad Djamil, Padang. Satu-satunya korban selamat ini masih belum sadarkan diri dan berada di ruang perawatan intensif. Ketika ditemukan kemarin siang, Asep masih dalam keadaan sadar dan sempat menceritakan kejadian nahas yang menimpanya. Dia mengaku bisa selamat karena berada di bawah tumpukan penumpang lainnya. Dia kemudian keluar dari helikopter dan berjalan mengikuti aliran sungai, sebelum kemudian ditemukan tim SAR.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6