Liputan6.com, Jakarta Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada masa awal kehidupannya. Namun, tidak semua ibu bisa selalu menyusui secara langsung karena kesibukan atau kondisi tertentu. Di sinilah pentingnya mengetahui cara penyimpanan ASI yang tepat agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga. Dengan penyimpanan yang benar, bayi tetap bisa mendapatkan manfaat optimal meski ASI diberikan di waktu berbeda.
Sayangnya, masih banyak ibu yang belum memahami standar penyimpanan ASI sesuai rekomendasi medis. Kesalahan dalam penyimpanan bisa membuat ASI kehilangan nutrisi bahkan berisiko terkontaminasi. Mengutip situs Kehamilan Sehat, cara menyimpan ASI yang salah bisa membahayakan bayi. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan ASI di suhu ruangan, kulkas, maupun freezer menjadi langkah penting bagi setiap ibu menyusui. Artikel ini akan membahas panduan praktis penyimpanan ASI agar nutrisi tetap maksimal untuk tumbuh kembang si kecil.
Pengertian ASI Perah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349442/original/066030800_1757922270-Screenshot_2025-09-15_144000.jpg)
ASI perah atau ASIP adalah air susu ibu yang diperah atau dipompa dari payudara dan disimpan untuk diberikan kepada bayi di lain waktu. Metode ini memungkinkan ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif meski tidak bisa selalu bersama bayinya, misalnya karena bekerja atau aktivitas lain di luar rumah.
ASIP mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, enzim, dan antibodi. Kandungan nutrisinya dapat berubah sesuai usia dan kebutuhan bayi. Oleh karena itu, penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan manfaat ASIP.
Advertisement
Manfaat Menyimpan ASI Perah
1. Memungkinkan ASI Eksklusif Tetap Terpenuhi
Meski ibu tidak selalu bersama bayi, stok ASI perah memastikan bayi tetap mendapat ASI eksklusif sesuai anjuran 6 bulan pertama.
2. Mendukung Ibu yang Kembali Bekerja
Bagi ibu bekerja, ASI perah jadi solusi agar bayi tetap mendapatkan nutrisi terbaik meski ibu tidak bisa menyusui langsung.
3. Cadangan Saat Produksi ASI Menurun
Menyimpan ASI membantu mengantisipasi fluktuasi produksi ASI sehingga bayi tetap terpenuhi kebutuhannya.
4. Memudahkan Pengasuh Memberikan ASI
Ayah atau pengasuh lain dapat memberikan ASI perah saat ibu berhalangan, tanpa harus mengganti dengan susu formula.
5. Mencegah Pemborosan ASI
ASI yang berlebih bisa diperah dan disimpan, sehingga tidak terbuang sia-sia.
6. Memberikan Fleksibilitas Waktu bagi Ibu
Dengan adanya stok ASI, ibu lebih leluasa mengatur waktu istirahat, aktivitas, maupun pekerjaan.
7. Menjamin Nutrisi Optimal untuk Bayi
ASI perah tetap mengandung antibodi, vitamin, lemak sehat, dan protein penting untuk tumbuh kembang bayi di masa emasnya.
Pemilihan Wadah Penyimpanan ASI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349443/original/073764200_1757922270-Screenshot_2025-09-15_143614.jpg)
1. Botol Kaca
Botol kaca merupakan pilihan yang aman dan tahan lama. Kelebihannya:
- Tidak mengandung bahan kimia berbahaya
- Mudah disterilkan
- Tidak menyerap bau atau rasa
- Dapat digunakan berulang kali
Namun botol kaca lebih berat dan berisiko pecah jika terjatuh.
2. Botol Plastik Khusus ASI
Pilih botol plastik yang bebas BPA (Bisphenol A) dan aman untuk makanan. Kelebihannya:
- Ringan dan tidak mudah pecah
- Tersedia dalam berbagai ukuran
- Lebih murah dibanding botol kaca
Pastikan botol plastik yang digunakan khusus untuk ASI dan tidak mengandung bahan berbahaya.
3. Kantong Plastik Khusus ASI
Kantong plastik khusus ASI praktis untuk penyimpanan dan pembekuan. Kelebihannya:
- Hemat tempat di freezer
- Mudah diberi label
- Praktis untuk dibawa bepergian
Namun kantong plastik hanya untuk sekali pakai dan lebih berisiko bocor.
Apapun pilihan wadahnya, pastikan selalu menggunakan wadah yang bersih dan steril. Jangan gunakan wadah bekas atau yang tidak dirancang khusus untuk menyimpan ASI.
Advertisement
Suhu dan Durasi Penyimpanan ASI
Suhu penyimpanan sangat mempengaruhi daya tahan dan kualitas ASI perah. Berikut panduan suhu dan durasi penyimpanan ASI yang tepat:
1. Suhu Ruang (16-29°C)
- ASI dapat bertahan 3-4 jam
- Maksimal 6-8 jam jika kondisi sangat bersih
- Segera dinginkan atau bekukan jika tidak langsung diminum
2. Cooler Bag dengan Ice Pack (15°C)
- ASI dapat bertahan 24 jam
- Pastikan es tetap beku
- Hindari membuka cooler bag terlalu sering
3. Lemari Es (2-4°C)
- ASI dapat bertahan 3-5 hari
- Simpan di bagian belakang, bukan di pintu kulkas
- Optimal digunakan dalam 3 hari pertama
4. Freezer Kulkas 1 Pintu (-15°C)
- ASI dapat bertahan 2 minggu
- Simpan di bagian belakang freezer
5. Freezer Kulkas 2 Pintu (-18°C)
- ASI dapat bertahan 3-6 bulan
- Optimal digunakan dalam 3 bulan pertama
6. Deep Freezer (-20°C atau lebih rendah)
- ASI dapat bertahan 6-12 bulan
- Kualitas terbaik jika digunakan dalam 6 bulan
Perlu diingat bahwa semakin lama ASI disimpan, semakin berkurang kandungan vitamin C dan beberapa zat lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan ASI sesuai urutan pemerahan (first in, first out).
Tips Menyimpan ASI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349444/original/080985600_1757922270-Screenshot_2025-09-15_143747.jpg)
1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu
Pastikan tangan dicuci dengan sabun dan air mengalir sebelum memerah atau menyentuh peralatan ASI agar tetap higienis.
2. Gunakan Wadah Bersih dan Steril
Pilih botol kaca, botol plastik food grade, atau kantong ASI khusus yang sudah disterilkan. Mengutip situs HonestDocs, sterilisasi dapat dilakukan dengan cara merebus botol dalam air panas mendidih sekitar 5 sampai 10 menit.Â
3. Beri Label Tanggal dan Jam Pemerahan
Tuliskan waktu pemerahan pada wadah agar mudah mengatur urutan pemakaian.
4. Simpan dalam Porsi Sekali Minum
Bagi ASI perah ke dalam takaran 60–120 ml untuk memudahkan pemberian tanpa sisa.
5. Sisakan Ruang di Wadah
Biarkan sedikit ruang kosong karena ASI akan mengembang saat dibekukan.
6. Letakkan di Bagian Belakang Kulkas atau Freezer
Bagian belakang lebih stabil suhunya dibanding pintu kulkas.
7. Hindari Menyimpan di Pintu Kulkas
Suhu pintu kulkas sering berubah karena sering dibuka-tutup sehingga kurang aman untuk menyimpan ASI.
8. Gunakan Metode FIFO (First In, First Out)
Dahulukan ASI yang paling lama disimpan untuk menjaga kualitas dan kesegarannya.
Advertisement
Cara Mencairkan ASI Beku
Proses mencairkan ASI beku juga perlu dilakukan dengan benar agar kualitas ASI tetap terjaga. Berikut cara yang tepat untuk mencairkan ASI beku:
- Pindahkan ASI beku dari freezer ke kulkas semalaman sebelum digunakan
- Jika butuh lebih cepat, rendam wadah ASI dalam air hangat (bukan panas)
- Jangan menggunakan microwave untuk mencairkan ASI
- Goyangkan perlahan wadah ASI untuk mencampur kembali lemak yang terpisah
- Gunakan ASI yang sudah dicairkan dalam waktu 24 jam
- Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan
Perhatikan juga suhu ASI sebelum diberikan ke bayi. ASI yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat membuat bayi tidak nyaman.
Mitos dan Fakta Seputar Penyimpanan ASI
Mitos: ASI yang disimpan di kulkas tidak bergizi
Fakta: ASI yang disimpan dengan benar tetap mengandung nutrisi penting, meski ada sedikit penurunan vitamin C
Mitos: ASI beku tidak boleh dicairkan dengan air hangat
Fakta: Mencairkan ASI dengan air hangat (bukan panas) justru dianjurkan untuk mencegah kerusakan nutrisi
Mitos: ASI yang berubah warna sudah tidak baik
Fakta: Perubahan warna ASI normal terjadi dan tidak selalu berarti ASI rusak
Mitos: ASI harus selalu disimpan di freezer
Fakta: ASI dapat disimpan di kulkas jika akan digunakan dalam waktu dekat
Mitos: Botol kaca lebih baik daripada plastik untuk menyimpan ASI
Fakta: Botol plastik khusus ASI yang bebas BPA sama amannya dengan botol kaca
Â
Advertisement
Pertanyaan Seputar Penyimpanan ASI
1. Apakah ASI yang sudah dicairkan bisa dibekukan lagi?
Tidak, ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menurun kualitasnya.
2. Berapa lama ASI bisa bertahan di cooler bag?
ASI dapat bertahan hingga 24 jam di cooler bag dengan ice pack, asalkan es tetap beku.
3. Apakah perlu mencuci payudara sebelum memerah ASI?
Tidak perlu, cukup cuci tangan dengan bersih. Mencuci payudara justru bisa menghilangkan minyak alami yang melindungi kulit.
4. Bagaimana cara mengetahui ASI sudah rusak?
ASI yang rusak biasanya berbau asam atau busuk, berubah warna secara drastis, atau terlihat menggumpal.
5. Apakah ASI perah bisa dicampur dengan susu formula?
Sebaiknya tidak mencampur ASI dengan susu formula karena keduanya memiliki daya tahan yang berbeda.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864020/original/002661400_1735004657-FOTO_RIZKA_NUR_LAILY_MUALLIFA.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349441/original/056929400_1757922270-Screenshot_2025-09-15_142153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241323/original/028027200_1748947495-young-fitness-woman-headband-looking-unwell-holding-hand-her-chest-feeling-discomfort-standing-light-wall.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1261634/original/088527300_1465711096-ibu_menyusui_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5430907/original/000351900_1764678820-makanan_mpasi_bayi_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7684314/original/077404700_1780480430-Konselor_Pemberi_Makan_Bayi_dan_Anak__PMBA___Dr._Ian_Suryadi_Suteja__M.Med.Sc.__Sp.A.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4673835/original/047041700_1701695047-lucy-wolski-sljmgxyzmqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4673834/original/032370200_1701695044-hollie-santos-aUtvHsu8Uzk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299507/original/054605100_1753842252-c86f471a-703b-49ed-bf9f-ea0e7d99f788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519419/original/015005900_1772557059-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_23.34.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514312/original/031724200_1772086861-ibu_menyusui.jpeg)