Sukses

Intip 5 Mitos Tentang Kulit yang Salah Kaprah

Liputan6.com, Jakarta Banyak mitos ternyata tidak benar tentang kulit dan kecantikan. Bahkan mitos ini sudah sangat akrab di kalangan pecinta kecantikan. Akibatnya, masih banyak yang tidak mengetahui jenis kulit masing-masing dan cara tepat merawatnya.

Untuk itu, dokter spesialis kecantikan dan estetika Indonesia, Maria Charlotte, Selasa (14/8/2018), mengungkapkan beberapa mitos tentang kulit yang ternyata salah. Hal ini dapat membuat Anda waspada dan lebih memperhatikan cara merawat kulit yang benar. Berikut lima mitos tentang kulit yang salah yang mulai harus Anda perhatikan.

1. Kulit orang Indonesia lebih kuat terhadap paparan sinar matahari

Melanin pada kulit orang Indonesia atau Asia pada umumnya lebih banyak sehingga meningkatkan pertahanan kulit terhadap sinar matahari. Sedangkan sinar matahari satu UVB membutuhkan SPF agar kulit terlindung lebih maksimal.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 3 halaman

Mitos tentang kulit yang salah

2. Semakin tinggi kandungan SPF dalam tabir surya, maka semakin baik dalam proteksi kulit

Faktanya adalah kandungan SPF perlu disesuaikan dengan aktivitas yang kita lakukan. Ccontohnya beraktivitas luar ruang atau dalam ruang, berjemur di bawah matahari, berenang, atau aktivitas lainnya. Jika penggunaan SPF yang tidak sesuai, hasilnya juga tidak optimal.

3. Semakin sering menggunakan exfoliating agent, semakin baik bagi kulit

Over-exfoliate akan menimbulkan iritasi karena barrier atau lapisan kulit menghilang. Lakukan secara berkala satu hingga dua kali seminggu. Biarkan kulit beregenerasi alami, kemudian lakukan pembersihkan dengan eksfoliasi.

 

3 dari 3 halaman

Mitos tentang kulit yang ternyata tidak benar

4. Bersih itu adalah jika kulit terasa kesat setelah membersihkan wajah

Mitos yang satu ini juga tidak benar. Ini justru menandakan pembersih wajah yang digunakan kurang tepat karena telah mengikis kelembapan alami kulit. Setelah mencuci wajah, harusnya kulit terasa lembab dan tidak kering.

5. Kulit berminyak tidak butuh moisturizer atau pelembap

Natural Moisturizing Factor (NMF) pada manusia sudah berangsur-angsur berkurang sejak usia 20 tahunan, oleh karena itu kulit berminyak pun memerlukan pelembab untuk menjaga kelembaban. Jangan hindari menggunakan pelembap hanya karena takut kulit semakin berminyak. Bahkan pelembap membuat kulit berminyak Anda lebih sehat.