Sukses

Restu Anggraini Wakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival

Liputan6.com, Jakarta Sebuah pencapaian bagi seorang desainer adalah ketika karyanya berhasil dipamerkan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional. Hal inilah yang dirasakan desainer kebanggaan Indonesia, Restu Anggraini, yang menjadi satu-satunya desainer Indonesia yang akan menampilkan karyanya di ajang Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016.

Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016 ini akan berlangsung pada 7 hingga 13 Maret 2016. Desainer busana muslim ini akan menampilkan 12 look koleksinya pada peragaan busana bergengsi di Australia. Baju kerja yang feminin, tetapi tetap dengan sentuhan boyish yang merupakan ciri khas koleksinya akan dibawa ke Negeri Kanguru tersebut.

"Aku akan bawa 12 look ke sana, masih dengan DNA ETU. Feminin namun tetap sporty. Aku juga akan perkenalkan fashion muslim dalam bentuk yang universal," tutur ETU pada Liputan6.com saat diwawancarai via telepon, Kamis (4/2/2016)

 

@etuofficial #therationalistss2016 #ETUgoingplaces #modestworkwear

A photo posted by Restu Anggraini (@restuanggraini) on

Pada Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016, wanita yang akrab disapa ETU ini akan memberikan fokus pada tekstur busananya. Etu akan menggunakan material ultra suede yang lebih ramah lingkungan dan unik. Selain itu, Etu menggunakan potongan longgar dan perpaduan antara feminin dan maskulin pada koleksinya. Pilihan warna netral seperti abu-abu, biru tua, dan monokrom serta sentuhan sedikit warna pastel akan terlihat dalam koleksinya yang akan dipamerkan dalam show-nya pada Maret mendatang.

Sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang fashion bergengsi di Australia, Restu Anggraini memiliki tugas memperkenalkan industri fashion Indonesia ke luar negeri. Tidak hanya itu, Etu juga menjadi satu-satunya desainer busana muslim, sehingga momen ini menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkenalkan busana muslim kepada dunia dan menjadi salah satu langkah mewujudkan impian Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia.

 

#femmedelacreme #etuofficial #indonesiafashionforward #jfw2016

A photo posted by ETU (@etuofficial) on

Memamerkan koleksinya di negara yang memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi Etu. Sebelumnya ia juga sudah mengikuti Tokyo Fashion Week. Namun dalam Virgin Australia Melbourne Fashion Festival kali ini ia mendapatkan tantangan lebih agar koleksinya diterima pasar benua tetangga tersebut.

"Perbedaan culture yang membuat saya sedikit merasa tertantang. Pola pikir masyarakatnya juga berbeda jadinya lebih menarik," ujarnya.

 

ETU by @restuanggraini now available @lafayettejkt Pacific Place, Jakarta.

A photo posted by ETU (@etuofficial) on

Tantangan berupa perbedaan budaya tidak menyurutkan tekad Etu memamerkan busana muslim di kancah internasional. Koleksi modest wear miliknya memiliki siluet dan desain yang menarik, sehingga tidak hanya dapat digunakan untuk kalangan berhijab saja, namun koleksi ini juga bisa digunakan secara universal.

Loading