Liputan6.com, Jakarta - Penyandang disabilitas netra kerap merasa tidak aman ketika hendak berlari. Bukan karena malas, mereka tetap ingin aktif berlari tapi khawatir keluar lintasan atau menabrak orang lain.
Kondisi ini mengilhami para mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim Labmino untuk mengembangkan inovasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (Al) bernama RunSight.
Tim ini terdiri dari Anthony Edbert Feriyanto, Kaindra Rizq Sachio, Muhammed Fazil Tirtana, dan Ariq Maulana Malki Ibrahim. Dibimbing oleh dosen Vektor Dewanto, ST, MEng, PhD.
Advertisement
RunSight lahir dari observasi langsung tim terhadap tantangan yang dihadapi penyandang gangguan penglihatan, khususnya saat berlari. Anthony menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari dua temuan di lapangan yang saling menguatkan. Timnya melihat penyandang disabilitas visual ingin tetap aktif berlari, tapi selalu terhenti karena ketidakpastian, takut keluar lintasan atau menabrak orang.
"Mereka akhirnya harus menunggu guide runner (pendamping lari). Di sisi lain, alat bantu yang ada seperti tongkat atau GPS tidak cukup aman untuk lari," jelas Anthony mengutip laman UI, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, masalah utama bukan pada kemauan berolahraga, melainkan pada risiko dan rasa tidak aman. Di sinilah teknologi berperan. Anthony mengatakan, computer vision dan edge Al memungkinkan sistem membaca garis lintasan dan hambatan secara real time, lalu memberi arahan yang konsisten.
"Itu yang mendorong lahirnya RunSight," ujarnya.
Gunakan 3 Model AI
Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Ul, tim ini merasakan langsung relevansi kurikulum dengan pengembangan produk. Kaindra Rizq Sachio menyoroti peran krusial mata kuliah Computer Vision untuk pengembangan inovasi ini.
"RunSight menggunakan tiga model Al berbasis citra, yakni object detection, semantic segmentation, dan depth estimation. Mata kuliah Computer Vision memberi fondasi konsep dan metode untuk mengembangkan model-model ini secara end-to-end," kata Kaindra.
Keberhasilan tim juga ditopang pembagian peran yang solid. Fazil menjelaskan struktur kerja internal mereka. la sendiri fokus sebagai software engineer untuk aplikasi mobile dan backend.
"Anthony berperan sebagai product engineer yang mengoordinasikan pengembangan produk dan strategi bisnis. Kaindra menangani pengembangan Al, sementara Ariq merancang prototipe hardware dan integrasi IoT RunSight," tutur Fazil.
Advertisement
Jaga Akurasi dan Keselamatan
Bukan tanpa kendala, Anthony mengungkapkan tantangan terbesar justru muncul saat membawa inovasi ini ke kondisi di lapangan. la menceritakan bahwa tim harus menjaga keseimbangan antara akurasi dan keselamatan.
"Al harus stabil di kondisi lari dengan pencahayaan berubah, lintasan pudar, dan keramaian. Salah deteksi bisa berbahaya, jadi kami perlu desain sistem yang safety-first, dengan output yang stabil dan tidak memberi instruksi mendadak," tutur Anthony.
Tantangan non-teknis pun tim temui. la mengatakan tim harus berani memangkas fitur yang terlihat menarik tapi tidak membantu pengguna, selain mereka harus sambil tetap berkuliah dan menyiapkan presentasi kompetisi dengan waktu terbatas.
RunSight pun telah diuji langsung pengguna dengan gangguan penglihatan. Dari sesi uji coba tersebut, tim mendapatkan tiga masukan utama. Anthony mengatakan penyandang disabilitas visual tidak mencari bantuan, tapi kontrol dan rasa aman.
"Selain itu, arahan berbasis posisi terhadap lintasan jauh lebih berguna dibanding sekadar peringatan objek. Dan yang terpenting, pengalaman harus sangat sederhana, yakni audio cue singkat, konsisten, dan blind-friendly," ungkap Anthony.
Anthony menjelaskan, masukan ini membentuk desain akhir RunSight, mulai dari sistem pemandu suara hingga kenyamanan perangkat.
Torehkan Prestasi di Ajang Global
Inovasi ini membuat tim berhasil menorehkan prestasi di ajang teknologi global belum lama ini. Bagi Fazil, pencapaian yang diraih timnya ini bukan sekadar prestasi. Menurutnya, tim ini membawa nama Indonesia dan Universitas Indonesia sebagai representasi potensi inovator muda.
"Ini tanggung jawab besar sekaligus motivasi agar inovasi dari Indonesia semakin percaya diri tampil dan diakui secara global," tutur Fazil.
Dari prestasi ini, tim mendapat dukungan dana dan mentoring selama dua tahun. Ke depan, dengan dukungan ini, fokus tim kini diarahkan pada pematangan produk. Kaindara mengatakan tim ini akan meningkatkan akurasi Al di berbagai kondisi lapangan dan menyesuaikan fitur agar lebih sesuai kebutuhan pasar.
Untuk mendukung inovasi lainnya di jurusannya, Ariq menilai ekosistem Fasilkom Ul yang sudah kuat secara teknis, perlu memperbanyak ruang mentoring dan simulasi kompetisi. Sementara itu, Kaindra menyampaikan pesan sederhana bagi mahasiswa lainnya yang masih ragu melangkah.
"Mulai aja dulu. Jangan takut gagal. Gagal itu bagian dari perjalanan dan selalu ada pelajaran untuk jadi lebih baik,” pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511226/original/082524700_1771902142-kacamata_ai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8963011/original/068331200_1782977162-WhatsApp-Image-2025-07-23-at-10.12.15_556880e0-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299176/original/081900000_1784197827-IMG-20260716-WA0045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293626/original/011951200_1783740083-rasha.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291411/original/075042900_1783556128-IMG_1674.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5115197/original/080520500_1738292898-2fb9c2f3-294b-49f7-aeed-c3693e95252c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290654/original/047023300_1783489342-IMG_1660.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495514/original/009145800_1770373849-disabilitas_phtc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288567/original/084711900_1783326199-barzanji.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288342/original/026543900_1783313751-angel.jpg)