Seuntai Isyarat, Tutup Pekan Tuli Internasional dengan Rayakan Keberagaman

Seuntai Isyarat mengusung semangat bahwa setiap isyarat, sekecil apapun, memiliki arti yang besar dalam membangun jembatan komunikasi antara teman tuli dengan teman dengar.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 11:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pekan Tuli Internasional berakhir pada 28 September 2025. Dalam menutup perayaan ini, teman tuli di Jakarta mengikuti kegiatan bertajuk Seuntai Isyarat.

Seuntai Isyarat mengusung semangat bahwa setiap isyarat, sekecil apapun, memiliki arti yang besar dalam membangun jembatan komunikasi dan rasa saling memahami antara teman tuli dengan teman dengar.

Acara yang digelar di Sunyi Café, Jakarta Selatan ini menjadi ajang pertemuan antara teman tuli dan teman dengar. Mereka belajar bahasa isyarat sebagai wujud dukungan terhadap komunikasi yang lebih inklusif. Kemudian ada Games Mix and Match atau permainan memadukan busana yang mempertemukan teman dengar dan teman disabilitas untuk mempererat interaksi yang penuh makna.

Anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) sekaligus pengisi acara kelas bahasa isyarat di acara Seuntai Isyarat, Nelly, mengatakan bahwa sebagai seorang perempuan dan penyandang disabilitas, dirinya merasa dihargai ketika ada ruang seperti ini.

"Event ini tidak hanya mengundang kami yang hadir, tapi juga memberi kesempatan untuk didengar dan dilibatkan. Dari mulai fashion show oleh teman-teman tuli dan belajar bersama bahasa isyarat," kata Nelly dalam acara Seuntai Isyarat pada Minggu (28/9/2025).

 

Kenalkan Inovasi Hidangan Karya Barista Tuli

Seuntai Isyarat juga menghadirkan menu spesial hasil kreasi Sunyi Cafe bersama merek fesyen lokal Klamby, yaitu Rosvara.

Ini adalah sebuah perpaduan kopi dan mawar yang memberikan sensasi hangat sekaligus lembut. Ada pula Charosa, kombinasi matcha dan mawar yang menghadirkan cita rasa segar dengan sentuhan elegan.

Kedua menu ini dirancang khusus untuk menggambarkan filosofi Klamby yang selalu menghadirkan keindahan penuh makna dalam setiap karyanya, sekaligus mencerminkan kehangatan ruang inklusif Sunyi Cafe.

“Menu ini dibuat dan diracik khusus oleh barista-barista kami di Sunyi Cafe yang merupakan teman-teman tuli. Walaupun dengan keterbatasan, tidak menjadikan halangan untuk mereka bisa bekerja dan berkontribusi seperti teman-teman lainnya," jelas Marketing Sunyi Cafe -Dewi.

 

 

Rayakan Keberagaman

Acara yang digelar oleh Klamby juga menampilkan Trunk Show Aeri Series.

Ini adalah peluncuran koleksi terbaru Klamby yang merepresentasikan keanggunan, kebersamaan dan kekuatan. Seri ini terdiri dari scarf (hijab) dan shirt (kemeja).

Koleksi ini terinspirasi dari keindahan anggrek hitam, flora khas Kalimantan Timur yang mulai langka. Anggrek hitam ini dikenal dengan keunikan kelopaknya yang berwarna hijau muda kontras dengan lidah bunga (labellum) berwarna hitam keunguan yang pekat.

Perpaduan warna dan bentuk yang unik inilah yang dituangkan Klamby ke dalam desain Aeri Series sebagai simbol keanggunan, kelangkaan dan kekuatan karakter perempuan Indonesia.

“Melalui Seuntai Isyarat, Klamby ingin menghadirkan ruang di mana keberagaman bisa dirayakan, bukan hanya dirayakan secara simbolis tetapi juga dirasakan dan dimaknai bersama,” ujar Rois selaku campaign lead Klamby.

“Peluncuran Aeri Series di momen Pekan Tuli Internasional ini kami dedikasikan untuk menyuarakan bahwa setiap perempuan dengan segala keunikannya punya ruang untuk bersinar,” tambahnya.

Pekan Tuli Internasional bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah komitmen nyata untuk terus menghadirkan kampanye yang membawa dampak positif. Acara ini juga merupakan upaya Klamby Family (pelanggan Klamby) untuk tidak hanya menikmati kebersamaan, tetapi juga belajar dan merasakan pengalaman baru yang sarat makna.