Liputan6.com, Jakarta McKenzie Coan, seorang atlet paralimpik asal Amerika Serikat lahir dengan osteogenesis imperfecta, kondisi genetik langka yang membuat tulangnya rapuh dan mudah patah. Karena kondisinya itu, sejak kecil ia harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas sehari-hari.
Namun, keterbatasan itu tidak pernah memadamkan semangatnya untuk beraktivitas. Pada usia delapan tahun, Coan pertama kali mengenal dunia Paralimpiade, saat seorang ofisial bertanya apakah ia mengikuti olahraga adaptif, saat itu ia baru selesai mengikuti lomba renang.
Pertanyaan tersebut memicu rasa penasarannya. Sebelumnya, Coan tidak mengetahui apa itu paralimpiade. Pulang ke rumah, ia langsung mencari tahu tentang ajang bergenngsi tersebut, menemukan kisah para perenang disabilitas yang mampu meraih prestasi dunia, Jessica Long dan Erin Popovich.
Advertisement
Tekad besar mulai tumbuh dalam dirinya, suatu hari ia ingin berdiri di podium tinggi dengan membawa medali emas. Bukan berarti Coan tidak merasa cukup dengan dirinya. Ia merasa nyaman menjadi si pirang penuh percaya diri dengan kursi roda pink, melaju naik turun di sekitar kolam sebelum masuk ke air.
Namun, melihat orang-orang luar biasa itu, motivasinya terbangun. Coan ingin tahu semua hal tentang para juara.
Terinspirasi Oleh Para Legenda
Hidup Coan mulai berubah setelah mendengar nama legenda paralimpik cabang renang tersebut. Melihat sosok mereka berdiri di podium membuat Coan merasa seolah sedang bercermin. Dengan percaya diri, ia berkata kepada ibunya, “Suatu hari nanti aku akan memenangkan medali emas!”
Coan mengingat betul masa itu, sejenak sebelum tidur, setelah menyaksikan tayangan atlet-atlet paralimpiade selama bertahun-tahun bersama ibunya. Sebuah pernyataan penuh keberanian untuk bocah berusia delapan tahun, kecil namun penuh semangat.
Coan mengakui, keberadaan atlet-atlet tersebut membangkitkan sesuatu dari dalam dirinya, meyakinkannya bahwa ia tidak terbatas, ia bisa menjadi yang terbaik di dunia, berkat dari kisah-kisah inspiratif yang para atlet bawa.
Tidak berhenti hanya sekedar khalayalan belaka, Coan bergabung menjadi anggota dari Blaze Sports, organisasi olahraga adaptif dan warisan dari Paralimpiade Atlanta 1996. Bersama dengan organisasi tersebut, ia berhasil berkompetisi bersama atlet paralimpiade lainnya.
Advertisement
Tantangan Baru Dimulai
Pada tahun 2012, Coan mengikuti Seleksi Renang Paralimpiade AS di Bismarck, North Dakota, yang merupakan ajang penentuan perwakilan AS di Olimpiade London. Coan merasa terkagum, berjalan di tepi kolam bersamaan dengan perenang yang bertahun-tahun telah ia kagumi.
Saat itu usianya 12 tahun dan ia tidak berhasil masuk ke dalam tim. Momen tersebut membuatnya cukup kecewa, tetapi ibunya berhasil membangun kembali motivasi Coan, mengingatkannya untuk terus bekerja keras.
Ketika berusia 15 tahun Coan berhasil meraih mimpinya, ia masuk dalam tim nasional AS untuk pertama kalinya. Atlet yang terpajang di poster di kamarnya, kini menjadi rekan satu timnya, mengenakan seragam yang sama dengan apa yang dikenakannya.
Kemudian, pada 2016, saat usianya 17 tahun ia berhasil masuk sebagai perwakilan AS di Paralimpiade Rio 2016. Rio merupakan tempat pertamanya meraih medali perak dalam ajang estafet 4x100 meter gaya ganti.
Pandemi Sempat Menurunkan Semangat Coan
Tahun 2020, saat itu pandemi Covid-19 membuat kolam latihan ditutup, kompetisi dibatalkan, dan ketidakpastian menyelimuti Paralimpiade Tokyo. Sebuah momen tantangan bagi karier Coan.
Pandemi berhasil menguji kesabaran dan ketangguhannya sekaligus mengingatkan Coan kembali akan tujuannya.
Paralimpiade Tokyo 2020 akhirnya diselenggarakan pada tahun 2021, Coan berhasil membawa pulang piala emas di nomor 100 meter gaya kupu-kupu, bersama dengan dua medali perak. Mendengar lagu kebangsaan dinyanyikan bersamaan dengan dikibarkannya bendara menjadi kenangan tak terlupakan bagi Coan.
Sejak pertandingan di Tokyo, Coan terus berlatih, bertanding, dan mendorong dirinya menuju level baru.
Perjalannya tidak mulus begitu saja, Coan sempat mengalami beberapa tantangan, seperti mengalami cedera maupun menemuia pertandingan yang sulit. Melalui itu semua, ia berhasil belajar bahwa ketanguhan bukan hanya tentang tidak pernah jatuh, melainkan tentang selalu bangkit kembali.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5335925/original/094163700_1756807954-Screenshot__1501_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/872288/original/064828400_1431083545-helikopter_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929500/original/046322400_1782959691-bos1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)