Rambut Rontok Berlebih, Indikasi Masalah Kesehatan yang Serius Seperti Lupus

Disabilitas tidak tampak seperti pada penderita lupus seringkali disalahpahami. Simak bagaimana rambut rontok bisa jadi penanda awal kehadiran lupus.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Disabilitas tidak tampak menjadi isu yang semakin mendapatkan perhatian. Kondisi ini merujuk pada gangguan kesehatan yang memengaruhi fungsi tubuh, tetapi tidak memiliki ciri fisik yang mudah dikenali. Lupus salah satu contoh, gejalanya beragam dan seringkali tidak terlihat dari luar.

Lupus, atau yang lebih dikenal dengan istilah lupus eritematosus sistemik (LES), adalah penyakit autoimun kronis yang dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, dan lainnya.

Namun ternyata ada juga gejala fisik yang bisa terlihat penderita Lupus. Rambut rontok, walaupun menjadi permasalahan umum yang sering dihadapi banyak orang, juga menjadi indikasi Lupus. Jika kerontokan rambut terjadi secara berlebihan, hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti lupus.

"Penyakit autoimun ini terkenal dengan sebutan penyakit seribu wajah karena sulit terdeteksi dan menimbulkan gejala yang berbeda antara penderita yang satu dengan yang lainnya. Salah satu gejala yang sering dikaitkan dengan lupus adalah kerontokan rambut yang tidak normal atau disebut juga dengan alopesi," ujar dr. Ryan Ardian Saputra, Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Alam Sutera), seperti dikutip dari laman EMC.id, Senin (16/6/2025).

 

 

Alopesia dan Gejala Lupus Lainnya

 

Alopesia merupakan kondisi medis di mana terjadi kehilangan rambut pada kulit kepala atau bagian tubuh lainnya. Dalam kasus lupus, alopesia bisa menjadi tanda awal atau gejala yang menyertai penyakit ini.

Rambut yang rontok akibat lupus biasanya terjadi dalam jumlah banyak dan merata di seluruh kulit kepala, serta berlangsung secara bertahap. Bahkan, dalam beberapa kasus, kerontokan juga dapat terjadi pada alis dan bulu mata.

Namun menurut Ryan, "Deteksi dini terhadap penyakit lupus tidak cukup hanya melihat dari gejala rambut rontok, namun juga diperlukan pemeriksaan untuk mengamati gejala lainnya yang timbul."

Gejala-gejala lupus yang biasa terdeteksi antara lain:

  • Kelelahan berlebihan
  • Ruam kulit
  • Nyeri sendi
  • Sensitivitas terhadap sinar matahari
  • Anemia
  • Demam berkepanjangan 

 

 

Mengatasi Rambut Rontok pada Penderita Lupus

Bagi penderita lupus yang mengalami rambut rontok berlebih, pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan lupus dan gejala yang dialami.

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi rambut rontok pada penderita lupus:

1. Konsultasi dengan Dokter

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

2. Perawatan Medis

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk mengontrol gejala lupus secara keseluruhan. Penggunaan obat harus diawasi ketat oleh dokter karena kemungkinan efek samping.

3. Perawatan Kulit Kepala

Gunakan sampo lembut dan hindari produk dengan bahan kimia keras yang dapat mengiritasi kulit kepala. Jaga kebersihan dan kelembapan rambut dengan kondisioner yang tepat.

 

Panas Berlebih dan Stres

4. Hindari Panas Berlebih

Gunakan pengering rambut dengan suhu rendah atau biarkan rambut kering alami. Hindari alat catokan atau pelurus rambut yang dapat merusak rambut. Juga, hindari paparan sinar matahari berlebihan dengan menggunakan pelindung kepala dan tabir surya.

5. Nutrisi Seimbang

Konsumsi makanan sehat yang kaya protein, vitamin, dan mineral untuk memperkuat rambut dan menjaga kesehatan kulit kepala.

6. Hindari Stres

Stres dapat memperburuk gejala lupus, termasuk kerontokan rambut. Kelola stres dengan berolahraga, bermeditasi, atau melakukan hobi yang menyenangkan.

Â