Sukses

Tepis Stigma Negatif Disabilitas Mental, Marshanda Bikin Batik dari Gelombang Otaknya

Liputan6.com, Jakarta Marshanda adalah artis Indonesia yang menyandang disabilitas mental. Di Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober, ia merilis batik yang dibuat berdasarkan brainwave atau gelombang otaknya sendiri.

Hal ini ia bagikan melalui akun TikTok-nya. Dalam sebuah video singkat, artis yang akrab disapa Caca ini memperlihatkan kain batik dengan perpaduan warna putih, merah muda, hitam, dan biru muda. Namun, batik ini terlihat berbeda dari motif batik lainnya lantaran dibuat berdasarkan brainwave Marshanda yang dikenal menyandang bipolar.

“Cantik banget ya batiknya. Kamu pasti belum pernah lihat motif ini sebelumnya, karena motif ini cuma ada satu di dunia. Dan datangnya dari diri aku, dari brainwave-nya aku,” ujar Marshanda dalam video tersebut.

Perempuan kelahiran 10 Agustus 1989 ini membuat motif batik dengan gelombang otaknya guna mengedukasi dan menghilangkan stigma di masyarakat tentang penyandang disabilitas mental.

“Lewat batik ini, aku bisa tunjukkan kalau isi pikiranku itu enggak menakutkan dan bisa jadi indah. Sangat beda dengan stigma negatif yang ada.”

Dengan dirilisnya batik ini, kini masyarakat bisa melihat apa yang sebelumnya tak terlihat dari seorang penyandang disabilitas mental.

“Sekarang kalian bisa lihat apa yang selama ini tidak bisa kalian lihat.”

Batik ini pun mendapat banyak pujian dari warganet, tak sedikit yang menyebutnya keren dan bagus.

“Keren banget motif dan sumber motifnya itu sendiri,” ujar seorang pengguna TikTok.

“Bagus banget brainwave dijadiin batik,” ujar pengguna lainnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Puisi Marshanda

Selain batik, Marshanda juga membagikan puisi ciptaannya di akun Instagram pribadinya. Puisi ini membahas soal disabilitas mental.

Dalam puisi tersebut ia menyampaikan bahwa ketika seorang penyandang disabilitas mental terbuka soal kondisinya maka itu akan sangat membantu ketimbang memendamnya sendirian.

When you show up, it’s easier. When you let them see your face, it’s easier. When you cry in front of people you barely know, it’s so much easier.”

Ia pun mengatakan bahwa seorang penyandang disabilitas mental, termasuk dirinya, adalah seorang pejuang yang tak akan menyerah dengan kondisi yang disandangnya.

I know I am disabled. But I’ll swim under my blood while staying alive. And from there I’ll shine. I will rise up. My life is not an object of pity and worry because I am a warrior.”

Gangguan bipolar, juga dikenal sebagai gangguan manik depresif atau manik depresi, adalah penyakit mental yang serius. Ini adalah gangguan yang dapat menyebabkan perilaku berisiko, merusak hubungan dan karier, dan bahkan kecenderungan bunuh diri jika tidak diobati.

3 dari 4 halaman

Mengenal Bipolar

Terkait gangguan bipolar, ini adalah disabilitas mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, dari manik hingga depresi.

Di antara episode suasana hati ini, seseorang dengan gangguan bipolar dapat pula mengalami suasana hati yang normal seperti dialami pula oleh Marshanda.

Manik menggambarkan periode yang semakin gelisah, energik, banyak bicara, sembrono, kuat, euforia. Belanja berlebihan atau seks berisiko impulsif dapat terjadi. Pada titik tertentu, suasana hati yang tinggi ini dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap seperti kebingungan, kemarahan, perasaan terjebak.

Sedangkan depresi menggambarkan suasana hati yang berlawanan seperti kesedihan, menangis, rasa tidak berharga, kehilangan energi, kehilangan kesenangan, masalah tidur.

“Tetapi karena pola pasang surut bervariasi untuk setiap orang, gangguan bipolar adalah gangguan yang kompleks untuk didiagnosis,” mengutip Webmd, Minggu (16/10/2022).

Bagi sebagian orang, manik atau depresi bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Bahkan bisa sampai setahun atau lebih meski kasusnya jarang terjadi. Bagi sebagian orang lainnya, gangguan bipolar berbentuk episode suasana hati yang sering dan lebih singkat.

4 dari 4 halaman

Bikin Salah Paham

Periode manik, kata para ahli, terkadang bisa membuat seseorang sangat produktif. Orang-orang yang mengalami periode manik dapat berpikir bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik.

Meski begitu, manik bisa tumbuh lebih buruk ditandai dengan perilaku sembrono, pergaulan bebas, risiko pribadi atau terkait pekerjaan lainnya, dan tidak bertanggung jawab secara finansial.

Fase depresi bisa sama berbahayanya. Seseorang bisa saja sering berpikir untuk bunuh diri.

Gangguan bipolar sama sulitnya bagi keluarga mereka yang terkena. Kondisi tersebut merupakan salah satu penyakit mental yang paling sulit diterima keluarga, menurut beberapa ahli.

Ketika seseorang terkadang sangat produktif dan kemudian menjadi tidak masuk akal atau tidak rasional, itu tampak lebih seperti perilaku buruk ketimbang penyakit. Artinya, bipolar bisa membuat orang salah paham. Orang memandang penyandangnya memiliki sifat yang buruk, padahal ia sedang sakit secara mental.

Langkah pertama untuk mengatasi masalah ini adalah menemui psikiater. Baik itu gangguan bipolar atau masalah lain yang berhubungan dengan suasana hati.

“Yang paling penting adalah Anda mengenali masalahnya dan mulai mencari bantuan.”

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS