Sukses

Tawarkan Cara Komunikasi yang Berbeda, Pekerja Bistro di India Ini Tunawicara dan Tuli

Liputan6.com, Jakarta Sebuah bistro di India memungkinkan pelanggannya untuk makan dengan tenang, serta berkomunikasi untuk memesan hidangan tanpa berbicara, dengan para pekerjanya yang tunawicara dan tuli.

Bistro yang merupakan salah satu cabang dari Echoes Living Spaces ini terletak di Kavuri Hills, Hyderabad. Bisnis tersebut didirikan oleh Sahib Sarna, Shivansh Kanwar, dan Sahil Gulati.

"Ketika kami memulai bistro, kami memutuskan untuk menciptakan peluang bagi kelompok khusus masyarakat ini," kata mereka seperti dikutip dari New Indian Express, Jumat (16/7/2021).

"Anggap saja sebagai upaya kecil dari kami untuk menjadi inklusif," kata para pimpinan kafe tersebut.

Saat ini, ada 15 pekerja tuli dan bisu yang bekerja di Delhi, Bengaluru, dan Ahmedabad, selain di Hyderabad. Sebelum COVID-19, mereka memiliki 60 staf penyandang disabilitas.

2 dari 5 halaman

Cara Berkomunikasi yang Unik

Untuk memesan, pelanggan hanya membunyikan bel di dekat meja. Sensor sentuh nantinya akan memberi tahu pelayan.

Di atas meja lalu disediakan semua kartu isyarat yang diperlukan, untuk memberitahu apa yang ingin dipesan pelanggan. Kemudian, orang tersebut tinggal menunjuk hidangan yang diinginkan di menu dan memesannya.

Hidangan tersebut lalu diidentifikasi menggunakan alfanumerik. Sementara semua permintaan seperti "bungkus makanan saya" hingga "panggilkan manajer", semuanya tertera di kartu.

Untuk bistro di Hyderabad sendiri sudah dibuka sejak April 2021. "Ketika staf kami berinteraksi dengan para tamu, kami melihat tingkat desibel menurun di restoran karena tamu lain melihatnya," kata Manajer Amchai Debbarma.

"Kami berhenti selama beberapa detik untuk mengubah kata-kata menjadi tindakan dan emosi yang sama. Pelanggan lebih sensitif dan baik ketika berurusan dengan staf kami dibandingkan dengan yang lain."

3 dari 5 halaman

Ciptakan Lapangan Kerja

Menu yang disajikan pun berbagai macam. Mulai dari makanan Asia-Italia, Meksiko-Cina, Tibet, hingga India. Selain itu, mereka juga menyediakan mie, pasta, serta pizza dengan kulit tipis.

Debbarma juga menyebutkan bahwa mereka menyediakan ruang khusus untuk bahasa isyarat.

"Tamu kami sering menghabiskan beberapa menit untuk belajar dan bahkan mencobanya pada staf kami. Sesi ini biasanya berakhir dengan gelak tawa dan persahabatan," ujarnya.

Menurut Sahib Sarna, tujuan mereka mendirikan brand bistro tersebut adalah untuk fokus pada penciptaan lapangan kerja bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

"Kami ingin membawa mereka ke garis depan dalam masyarakat dan menciptakan restoran di mana interaksi yang hangat sama pentingnya dengan makanan yang lezat," ujarnya seperti mengutip Telangana Today.

4 dari 5 halaman

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19

5 dari 5 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini