Sukses

Tingkatkan Kesadaran ALS, Liga Basebal Peringati Kematian Lou Gehrig

Liputan6.com, Jakarta Setiap 2 Juni 2021 Major League Baseball menghormati legenda pemain baseball Lou Gehrig yang meninggal karena  amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Tanggal tersebut dianggap para pemain baseball adalah waktu yang tepat untuk menjalin hubungan dengan komunitas disabilitas. Selain untuk meningkatkan fandom, pada akhirnya liga baseball memperluas komitmennya terhadap keragaman, kesetaraan, dan inklusi.

Dilansir dari Forbes, sejarah Major League Baseball dengan disabilitas telah berlangsung lama. Sejumlah pemain disabilitas berprestasi seperti Mordecai Peter Centennial Brown yang memiliki 3 jari. Kemudian Curtis Pride, pemain baseball yang tuli, yang memenangkan World Series serta Florida Marlins Jim Eisenreich dengan sindrom Tourette-nya, yang memiliki karir panjang yang membentang lebih dari 1.400 pertandingan saat bermain.

Lalu ada Jim Abbott yang merupakan salah satu wajah atlet disabilitas modern meski sudah tidak bermain sejak tahun 1990-an. Meskipun dilahirkan tanpa tangan kanan, Abbott memiliki beberapa permaiann yang baik di awal karirnya, termasuk memenangkan 18 pertandingan dan menempati posisi ke-3 dalam pemungutan suara Cy Young Award. Namun, pencapaian puncaknya tidak ada apa-apanya pada tahun 1993 dibandingkan saat bermain untuk New York Yankees.

Selain pemain brilian tersebut, bisnis Major League Baseball selalu memiliki hubungan dengan komunitas disabilitas. Baik itu mematuhi Undang-Undang Penyandang Disabilitas Amerika dengan menarik penggemar penyandang disabilitas atau membuat berbagai acara komunitas termasuk hari kesadaran autisme yang dirayakan oleh setiap klub Liga Utama.

2 dari 4 halaman

penyandang disabilitas harus dilibatkan

Untuk mengingat Lou Gehrig, Major League Baseball menyoroti gagasan bahwa penyandang disabilitas harus dilihat, diterima, dan dirangkul untuk berpartisipasi dalam permainan hebat ini. Penyandang disabilitas dianggap unik karena mereka mewakili esensi keragaman yang mencakup ras, etnis, jenis kelamin, sosial ekonomi, orientasi seksual dan merupakan satu-satunya minoritas yang dapat diikuti oleh siapa saja kapan saja.

Major League Baseball harus mengindahkan saran Gehrig dan memahami bahwa masa depan permainan mereka dapat dilihat dari hati dan pikiran para penggemar penyandang disabilitas. Inilah saatnya untuk menumbuhkan penjangkauan yang akan menggembalakan olahraga dengan cara-cara baru dan mendalam sehingga kita dapat berbagi secara setara dalam aktivitas manusia yang penting ini.

3 dari 4 halaman

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: