Sukses

Toko Roti di AS Memberdayakan Para Penyandang Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu toko roti dan kafe di Missouri, AS, memberikan kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas intelektual. 

Pioneer Bakery and Cafe bekerjasama dengan program StepUp Lafayette Industries dan McArthur's Bakery untuk memberikan kursus selama dua tahun untuk penyandang disabilitas agar dapat memahami dan mempraktikkan langsung bagaimana cara bekerja dan menghadapi keadaan di dalam restoran, dilansir dari TODAY.

Derek Baker, seorang penyandang disabilitas intelektual dan bintang TikTok yang ikut program ini membagikan kesehariannya selama pandemi.

Dalam video unggahannya, ia menunjukkan kemahirannya menari, mengobrol dengan saudara-saudaranya, berolahraga, dan membagikan hal lucu kepada 2 juta pengikutnya. Ia mulai terkenal karena para pengguna TikTok tertarik dengan kehidupan seorang down syndome (keadaan kromosom ekstra), yang membuatnya berbeda dari segi penampilan, cara berpikir, berucap, dan lainnya.

Ia merasa terbantu dengan Pioneer Bakery and Cafe karena menawarkan pekerjaan di Kirkwood, Missouri pada Oktober 2020 lalu.

 

 

 
2 dari 4 halaman

Kursus 2 tahun

Pemilik Pioneer Bakery and Cafe, Scott Rinaberger, memberitahukan bagaimana ide ini dapat dicetuskan, “Konsep Pioneer Bakery Cafe sebenarnya terinspirasi dari dua teman keluarga saya yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus yang berbeda,” katanya.

Karyawan Pioneer diberikan instruksi langsung sebelum mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang bagaimana cara bekerja.

“Kami memberikan kelas mengenai pengetahuan akan keterampilan yang dibutuhkan sebelum memulai bekerja, semua orang digabungkan baik penyandang disabilitas maupun mereka yang bukan penyandang disabilitas,” kata Cat Woerner, Koordinator Program StepUp.

Rinaberger mengatakan, program ini berjalan dengan baik. Orang-orang merasa senang melihat Derek Baker dan penyandang disabilitas lainnya ketika bekerja. Mereka menjadikan seluruh ruangan restoran merasakan energi semangat dan getaran positif.

“Melihat mereka memasuki toko, mengenakan celemek dan bersiap-siap, itu sungguh luar biasa. Saya merasakan keramahan ketika menyaksikan program ini berjalan,” imbuh Rinaberger.

Jenna Baker, salah satu saudara perempuan Derek, mengatakan, “Mereka tidak hanya mempekerjakan penyandang disabilitas, tetapi mereka juga melatih penyandang disabilitas untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.”

Derek merupakan salah satu dari 12 peserta pelatihan dalam kursus perdana. Ia mengaku telah belajar banyak hal. Mulai dari menggunakan mesin kasir, menghias kue, hingga cara mengatasi stres.

 

Penulis: Rissa Sugiarti

3 dari 4 halaman

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: